TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) saat ini fokus terhadap beberapa hal, salah satunya penguatan budidaya udang windu.
Kepala DKP Kaltara, Rukhi Syayahdin mengatakan bahwa pihaknya komitmen untuk penguatan dan pengembangan budidaya udang windu sebagai udang organik di provinsi ke-34 Indonesia ini.
“Ini sudah didatangi oleh Bappenas. Jadi Bappenas itu sudah melihat langsung, karena awalnya itu masih jadi pertanyaan. Tapi begitu dilihat, ternyata betul,” ujar Rukhi kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Job Fair, 18 Perusahaan Buka Lowongan Kerja
Saat ini, lanjut Rukhi, pihaknya masih terus mempertahankan itu. Salah satunya dengan cara melakukan kolaborasi dengan NGO, serta kelompok-kelompok petambak dan akademisi.
“Kita memperhatikan hal itu. Insya Allah, mudah-mudahan kita bisa maksimalkan untuk penanganan tambak yang saat ini sedang dalam kesulitan,” tuturnya.
Diungkapkannya, selama ini para petambak ini hanya mengubah kawasan mangrove menjadi tambak tanpa memperhatikan dampak lingkungannya. Sehingga kondisi di daerah itu jadi kritis.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas Dibekali Keahlian Membatik
“Sehingga timbullah penyakit (terhadap udang) dan lain sebagainya. Jadi ada zat-zat yang berdampak pada tambak, sehingga pada akhirnya juga berdampak pada udang di dalam tambak itu,” tuturnya.
Akan tetapi, bersama dengan NGO dan sejumlah pihak terkait lainnya, pihaknya sudah bersama-sama memberikan pelatihan kepada petambak, seperti yang berkaitan dengan biotik dan pemberian pakan sistem permentasi.
“Ini sudah kita mulai untuk memberikan motivasi ke masyarakat. Kita sudah menggalakkan budidaya menggunakan metode budidaya udang dengan memperhatikan lingkungan,” pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim