Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Utus-Sambut Pendeta GPIB Jemaat Immanuel Tarakan

Radar Tarakan • Senin, 22 April 2024 | 10:18 WIB
FOTO BERSAMA: Ketua II Majelis Sinode XXI GPIB, Pdt. Manuel Essau Raintung, S.Si. M.M, Pdt. Retno W. Siahaan-Sumaredi, M.Th, Pdt. Sylvia Elvira O. Panauhe-Wajong, S.Th melakukan foto bersama
FOTO BERSAMA: Ketua II Majelis Sinode XXI GPIB, Pdt. Manuel Essau Raintung, S.Si. M.M, Pdt. Retno W. Siahaan-Sumaredi, M.Th, Pdt. Sylvia Elvira O. Panauhe-Wajong, S.Th melakukan foto bersama

TARAKAN - Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Tarakan menggelar ibadah yang dirangkaikan dengan acara utus sambut pendeta GPIB Jemaat Immanuel Tarakan, Minggu (21/4).

Pdt. Retno W. Siahaan Sumaredi, M.Th yang sudah 6 tahun bertugas di GPIB Jemaat Immanuel Tarakan akan bertugas ditempat yang baru yaitu GPIB Jemaat Cahaya Anugerah Surabaya. Ia digantikan dengan Pdt. Sylvia Elvira O. Panauhe Wajong, S.Th, yang sebelumnya bertugas di GPIB Pancaran Kasih Lampung.

Pdt. Retno W. Siahaan Sumaredi, M.Th, mengatakan, ada banyak berkat anugerah Tuhan dan pertolongan Tuhan selama 6 tahun di GPIB Jemaat Immanuel Tarakan, tapi yang pasti jemaatnya sungguh diberkati Tuhan.

“Saya banyak belajar dari jemaat disini dan berharap menjadi suatu hal yang memotivasi saya kedepan, yang membuat saya semakin giat melayani Tuhan. Saya juga berharap jemaat GPIB Immanuel terus menjadi seperti kerlipnya lampu mercusuar untuk menyatakan bahwa mereka jadi berkat di tengah kota Tarakan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam pelayanan selalu ada tantangannya di mana-mana. “Seperti alat-alat komputer, kita bisa belajar untuk menguasainya, tapi kalau manusia bagaimana kita mendekati mereka, mendampingi, bagaimana kita memotivasi setiap jemaat untuk terus bersandar kepada Tuhan,” ungkapnya.

Selama bertugas di GPIB Jemaat Immanuel Tarakan, ia melihat jemaatnya sangat rajin dan antusias beribadah. Mereka adalah jemaat yang sunguh diberkati Tuhan. Ia berharap, kedepan jemaat ini tetap menjadi jemaat yang optimis, bahwa apa pun yang terjadi bersama Tuhan dan didalam Tuhan tidak ada yang mustahil dan segala susuatu adalah untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan. 

Ketua II Majelis Sinode XXI GPIB, Pdt. Manuel Essau Raintung, S.Si. M.M, mengatakan, bahwa peralihan tugas pendeta GPIB berlangsung 3-5 tahun akan berganti. Peralihan tugas pendeta GPIB merupakan hal yang biasa.

 “Saat ini GPIB ada di 26 provinsi dan 346 jemaat. Jadi memang peralihan tugas ini berlangsung 3-5 tahun bisa berganti, tetapi Pdt. Retno sudah 6 tahun di GPIB Jemaat Immanuel Tarakan. Pdt. Sylvia sudah 4 tahun di GPIB Jemaat Pancaran Kasih Lampung, maka sudah saatnya melakukan peralihan tugas. Jadi sudah biasa memang untuk GPIB, dan di GPIB Jemaat Immanuel Tarakan sudah 18 kali bergantian pendeta,” katanya.

Ini sesuai dengan aturan gereja GPIB untuk mengalihkan setiap pendeta dalam pelaksanaan tugasnya 3-5 tahun akan berganti. Kalaupun diperpanjang jadi 6-7 tahun, dan tidak bisa selamanya. Karena GPIB menganut pola dengan sistem presbiterial sinodal yang artinya pemimpin bersama-sama, di mana saja pendeta GPIB bisa ditempatkan.

Ia menuturkan, dalam usia pelayanannya Pdt. Sylvia berbeda dengan Pdt Retno. Usia pelayanan Pdt. Retno sudah 23 tahun dan Pdt. Sylvia usia pelayananya 12 tahun.

“Mungkin dengan Pdt. Sylvia yang masih semangat muda, bisa berkerja keras disini, kerja cepat dan juga kerja tulus dan ikhlas. Sehingga jemaat dapat lebih berakar ditengah masyarakat dan pembangunan rohani jemaat dikedepankan,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap peranan GPIB Jemaat Immanuel Tarakan bisa memberikan sumbangsih yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, serta membangun kehidupan bersama ditengah masyarakat.

Pdt. Sylvia Elvira O. Panauhe-Wajong, S.Th mengatakan, sudah siap bertugas di GPIB Jemaat Immanuel Tarakan, potensi yang ada dalam dirinya akan dikembangkan untuk diberikan dalam pelayanan disini.

“Proses mutasi pendeta di GPIB adalah proses yang biasa dalam pelayanan di GPIB. Harapannya bisa menjalankan pelayanan disini dengan semangat kekeluargaan dan senyaman mungkin seperti rumah sendiri, supaya apa yang bisa diberikan untuk Tuhan dan ditengah jemaat bisa maksimal,” katanya. 

Ditempat yang baru ini, ia juga berharap bisa berproses bersama-sama dengan jemaat disini menjawab panggilan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. (adv/dob/jpg/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #GPIB