TARAKAN - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar workshop emergency in internal medicine for general practitioners, di Royal Crown Tarakan, Sabtu (24/2).
Pada kegiatan tersebut, PAPDI Cabang Kaltim dan Kaltara menghadirkan dua narasumber yaitu, dr. Natsir Akil, Sp.PD-KR dan dr. Gusti Hariyadi Maulana, MSc. Sp.PD-KGH. Mereka adalah anggota PAPDI Cabang Kaltim dan Kaltara.
Ketua Panitia dr. Gusti Hariyadi Maulana, MSc. Sp.PD-KGH mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini, PAPDI Cabang Kaltim dan Kaltara ingin memberikan ilmu kepada dokter-dokter yang bertugas di daerah. “Kita mendekatkan kepada teman-teman yang jauh wilayahnya, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta. Kita usahakan ilmu tetap terbagi,” katanya.
Terkait materi yang disampaikan, ada dua materi utama, yaitu masalah hipertensi dan rematik. Sebab dua masalah ini banyak ditemui di wilayah Kaltara. “Jadi kita pilih materi itu, untuk diberikan kepada dokter-dokter umum ini,” ujarnya.
“Peserta yang terdaftar berjumlah 70 orang. Namun yang hadir sekitar 50-an orang. Pesertanya dokter spesialis penyakit dalam dan juga dokter umum di Kaltara dan Kaltim,” tambahnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, ilmu yang disampaikan bisa merata sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat lebih optimal.
Ketua PAPDI Cabang Kaltim dan Kaltara dr. Kuntjoro Yakti, Sp.PD, Finadim, mengatakan, ini adalah kegiatan rutin PAPDI Cabang Kaltim dan Kaltara. Biasanya berupa penemuan ilmiah tahunan. Di Samarinda dan Balikpapan kegiatan ini sering dilakukan.
“Memang yang sering kita lakukan di Samarinda dan Balikpapan. Kegiatan ini tujuannya untuk memberikan ilmu kepada dokter-dokter didaerah, seperti di kota Tarakan. Kita ingin menambahkan pengetahuan atau mentransfer ilmu kepada dokter umum. Sehingga kalau merujuk atau mengirim pasien sudah tahu penanganannya dan tidak perlu jauh-jauh, cukup didaerah saja,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan ini bisa rutin dilakukan di daerah-daerah lain, sehingga kegiatan ini terus berlanjut dan pesertanya tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta. (adv/dob)
Editor : Azwar Halim