Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Seminar Internasional dan Sharing Hasil Riset

Azwar Halim • Senin, 30 Oktober 2023 - 08:27 WIB
PENANDATANGANAN: Penandatanganan letter of intens (LoI) antara Dekan FPIK UBT yaitu Assoc. Prof. Rukisah, M.P, Ph.D, dengan Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, didampingi Kepala Biro Perencanaan, Keuangan,
PENANDATANGANAN: Penandatanganan letter of intens (LoI) antara Dekan FPIK UBT yaitu Assoc. Prof. Rukisah, M.P, Ph.D, dengan Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, didampingi Kepala Biro Perencanaan, Keuangan,
Photo
Photo
KET FOTO 1 ABADIKAN MOMEN: Dekan FPIK UBT yaitu Assoc. Prof. Rukisah, M.P, Ph.D, bersama dengan para dosen FPIK UBT.

Photo
Photo
SEMINAR INTERNASIONAL: Para peserta mengikuti seminar internasional.

TARAKAN - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) diamanahkan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan dan Kerja Sama sebagai penyelenggara seminar internasional.

Seminar internasional tersebut menindaklanjuti kerjasama MoU (memorandum of understanding) dan LoI (letter of intens) antar perguruan tinggi yang berasal dari Luar Indonesia yaitu Negara Philiphina, Malaysia, dan Australia dengan mengimplementasikan kerjasama dalam bentuk kegiatan seminar internasional di UBT.

Seminar internasional bertujuan guna mendukung tercapainya indikator kinerja utama 5 (IKU 5) yaitu hasil kerja dosen mendapat rekognisi internasional serta IKU 6 yaitu program studi (prodi) bekerjasama dengan mitra kelas dunia.

FPIK UBT menggelar The First Interntional Conference In Agriculture, Marine and Aquatic Resources (Icamars) 2023 dengan Tema “Strengthen Research Collaboration In Agriculture Fisheries And Nature Science (memperkuat kolaborasi di bidang Pertanian, Perikanan, dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Kegiatan tersebut di gelar selama dua hari, (26-27/10) di ruang auditorium, lantai 4, gedung Rektorat UBT.

Jumlah peserta sebanyak lebih dari 100 orang yang dilaksanakan secara hybrid yaitu daring (online) dan luring (offline).

Peserta berasal dari berbagai latar belakang yaitu dosen dari berbagai perguruan tinggi baik dalam negeri ataupun luar negeri dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dekan FPIK UBT yaitu Assoc. Prof. Rukisah, M.P, Ph.D, mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang dilakukan tahun lalu bersama dengan Southern Philippines Agribusiness And Marine And Aquatic School of Technology.

Seminar internasional ini diikuti empat universitas dari empat Negara, seperti dari SPAMAST Philippines, University Sabah Malaysia (UMS), JCU (James Cook University) di Australia dan Negara Indonesia yang mewakili dari UBT dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).

“Kegiatan seminar ini menindaklanjuti MoU antara FPIK UBT dengan SPAMAST Philippines dengan kolaborasi riset. Karena SPAMAST kampusnya memang lebih fokus keperikanan,” katanya.

Rukisah menjelaskan, tujuan dilaksanakan seminar internasional adalah untuk saling sharing knowledge. Diseminar tersebut saling mempresentasikan hasil-hasil riset.

“Jadi kita saling mempresentasi hasil-hasil riset kita. Kita bagi menjadi 9 room. Kita juga mengundang keynote speaker dari BRIN Indonesia, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, yang merupakan peneliti senior di BRIN,” ujarnya.

Rukisah berharap, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan. Jika tahun ini melibatkan empat negara, kedepan akan diperluas dengan menghadirkan peserta dari negara-negara di Asia Tenggara. Sehingga nama UBT tidak hanya dikenal di nasional melainkan di internasional.

Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga sebagai kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim turut hadir langsung di UBT sebagai keynote speaker di seminar internasional tersebut.

Prof. Ocky sapaan akrapnya menjelaskan bahwa sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sumberdaya laut yang potensial. Dalam rangka menunjang blue economy, aspek keberlanjutan harus diperhatikan khususnya dlm mendukung SDGs terutama life below waters.

“BRIN sebagai satu satu institusi yang bertanggung jawab terhadap riset juga mendukung bidang pertanian dan maritim dalam prioritas riset nasional. BRIN berkomitmen dengan menyediakan dana, fasilitas dan pengembangan SDM riset dan inovasi,” ungkapnya.

Ketua panitia kegiatan seminar internasional FPIK UBT Tuty Alawiyah, S.Si., M.Sc, mengatakan, jumlah peserta sebagai presenter sebanyak 80 orang yang berasal dari berbagai background yaitu akademisi, peneliti, mahasiswa S-1, S-2 dan S-3.

“Jumlah partisipan pada seminar internasional 100 partisipan yang hadir baik secara online maupun offline. Pada pelaksanaan kegiatan diawali dengan sambutan oleh rektor UBT dan president SPAMAST yang merupakan relasi kerjasama UBT. Peserta berasal dari berbagai negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina,” tuturnya.

Selain kegiatan seminar internasional, kegiatan ini juga dilakukan agenda LoI dan Implementation Arrangement (IA) antara Dekan FPIK UBT yaitu Assoc. Prof. Rukisah, M.P, Ph.D,  dengan Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN yaitu Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, didampingi oleh Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, Kepegawaian, dan Umum UBT yaitu Albertus Agus Windarto, S.E, M.M, CFrA.

Dihadiri juga oleh Wakil Dekan FPIK UBT yaitu Dhimas Wiharyanto, S.Pi, M.Si, Ketua Prodi MSP FPIK UBT yaitu Gazali Salim, S.Kel, M.Si, dan Sekertaris Prodi MSP FPIK UBT yaitu M. Gandri Haryono, S.Kel, M.P. (adv/dob) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #ubt