Saat dikonfirmasi, Irawan Dziqron Qulhu selaku kepala Cabang PT Al Shafwah Wisata Mandiri atau Smarts Umroh menerangkan, meski kegiatan umrah sudah dibuka sejak Januari 2022 lalu, namun demi memastikan kenyamanan dan keamanan calon jamaah pihaknya baru memberangkatkan calon jamaahnya pada saat ini. Sehingga ia cukup berterima kasih kepada pemerintah atas kelonggaran keberangkatan yang diberikan.
"Sebenarnya jamaah umrah sudah dibuka sejak Januari yah, cuma memang kita dari PT Al Shafwah atau Smart Umroh kita melihat dulu situasi memang kita undur sampai Maret. Dan alhamdulillah kita dipermudah untuk keberangkatannya. Mungkin kita dipermudah dengan kebijakan baru Arab Saudi bahwa di sana kan pembatasan protokol sudah banyak dicabut,"ujarnya, (12/03/2022).
"Seperti tidak karantina, dulunya kan ada karantina 3 hari di Madinah atau di Jeddah. Habis itu kita di PCR sekarang kita tiba di Arab Saudi, atau kami tiba di Madinah sudah tidak ada karantina. Kemudian kebijakan di Indonesia pun, keberangkatan sebelumnya sudah tidak ada karantina juga. Jadi kita langsung by pass tidak ada karantina tidak ada PCR,"sambungnya.
Menurutnya, dengan ditiadakannya swab antigen membuatnya dan calon jamaah dapat menghemat pengeluaran dalam melakukan perjalanan umrah.
"Alhamdulillahnya lagi, di daerah pun asalkan dosis vaksin lengkap yah kan sudah tidak antigen. Jadi ibaratnya ini sudah mulai normal lah seperti itu. Jadi umrah hari ini insyaallah lancar lah,"tuturnya.
"Karena sebenarnya kita baru perdana, jadi kita konsorsium cabang Kalimantan. Jadi dari Kalimantan Utara ada 12 jamaah, kemudian dari Kaltim ada 22 dan dari Kalsel ada 27. Kalau Kaltara dari Tarakan 5 orang, Nunukan 1, Malinau 6 orang. Jadi totalnya 12,"lanjutnya.
Meski mengakui terjadi kenaikan biaya perjalanan yang disebabkan naiknya bahan bakar. Namun ia menegaskan akan menanggung kenaikan tersebut sebagai bentuk profesionalitas kepada calon jemaahnya.
"Iya pasti karena sebenarnya kan kebanyakan jemaah sudah tertunda sejak 2 tahun lalu. Pasca pandemi. Mungkin pasca pandemi harga masih lumayan yah, ditambah dengan biaya-biaya lainnya jadi kali ini keberangkatan lebih mahal sedikit. Apalagi, kita dikabarkan adanya kenaikan harga minyak dunia,"terangnya.
"Tapi walaupun naik kami dari PT Al Shafwa berkomitmen tidak membebankan itu kepada jamaah. Dalam artian kita menanggung beban itu. Untuk umrah start dari Tarakan biayanya Rp 36 juta. Syawal juga kita ada bisa lebih menekanlah harganya kalau Syawal," lanjutnya.
Terkait maskapai yang digunakan, ia mengungkapkan sebagai bagian dari bagian kerja sama kepada Lion Air, tentunya keberangkatan akan menggunakan maskapai Lion Air dengan diberikan keistimewaan khusus yakni mendapat kuota berat barang bawaan tambahan.
"Kebetulan karena PT Al Shafwa ini kan anak cabang dari Dream Group. Dream Group itu kan punya lisensi Lion Air. Jadi kita pakai Lion Air jadi kode bookingnya sudah internasional. Biasanya kan kalau domestik bagasi 20 kilo kan, nah kami dari daerah sudah 30 kilo,"tuturnya.
"Tentunya kami berterima kasih kepada Kemenag dan Kanwil di Kaltara dan Tarakan yang sudah banyak membantu kami. Pemerintah yang sudah banyak melonggarkan khususnya karantina kepulangan jadi 10 hari menjadi 1 hari. Mudah-mudahan ibadah jemaah berjalan lancar,"pungkasnya. (*/zac/har) Editor : Azwar Halim