Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Irianto Dinilai sebagai Gubernur Paling Berhasil

Azwar Halim • Kamis, 8 Oktober 2020 | 11:27 WIB
irianto-dinilai-sebagai-gubernur-paling-berhasil
irianto-dinilai-sebagai-gubernur-paling-berhasil

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menempati posisi teratas di Indonesia pada perolehan indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI 2019. Dengan indeks 80,3, menempatkan Kaltara sebagai Pemprov dengan nilai tertinggi. Diikuti Bali (78,68), Jawa Timur (Jatim) dengan 76,42, DKI Jakarta (75,96), dan Jawa Tengah (Jateng) dengan nilai 75,84.


Atas penilaian ini, Kaltara masuk di antara 5 provinsi dalam kategori zona hijau. Juga menempatkan Dr. H. Irianto Lambrie sebagai gubernur yang paling berhasil mengelola tata pemerintahan dan pembangunan secara berintegritas dan terbaik menjalankan akuntabilitas pemerintahan dalam upaya pencegahan korupsi secara berkelanjutan.


“Hasil peringkat SPI tahun 2019 seluruh Indonesia sudah keluar pada Senin (5/10/2020) di laman portal https://jaga.id milik KPK. Alhamdulillah, berdasarkan hasil itu Kaltara berada pada zona hijau dengan indeks paling tertinggi,” kata Inspektur Inspektorat Provinsi Kaltara, Ramli, Selasa (06/10).


Dijelaskan, ada 3 jenis indikator penilaian dalam SPI 2019 oleh KPK. Pertama, penilaian integritas internal, terdiri dari Budaya Organisasi meliputi transparansi, konflik kepentingan, keberadaan calo, nepotisme, suap, kerugian negara dan penyalahgunaan wewenang oleh atasan.


Sistem antikorupsi yang ditujukan pada keberadaan dan efektivitas sistem antikorupsi. Pengelolaan sumber daya manusia, terdiri dari proses rekrutmen, promosi, mutasi dan kebijakan peningkatan kualitas SDM. Termasuk pengelolaan anggaran yang meliputi penyelewengan anggaran, perjalanan fiktif, dan pemotongan honor tak resmi.


Kedua, lanjut Ramli, mengenai integritas eksternal yang dilakukan dari sudut pandang masyarakat, sebagai pengguna layanan publik. Indikator ini didefinisikan sejauh mana ASN sebagai penyedia layanan publik melaksanakan tugasnya secara transparan, akuntabel dan bebas korupsi dengan variabel yang menjadi penilaiannya. Yaitu transparansi pelayanan, integritas pelayanan dan sistem antikorupsi yang meliputi kampanye antikorupsi, sanksi perilaku korupsi dan tindak lanjut pengaduan.


Ketiga, penilaian eksper terdiri dari 2 komponen yaitu transparansi dan sistem antikorupsi. Pada komponen ini, KPK ingin mengetahui transparansi lembaga publik melalui sudut pandang narasumber ahli/exspert di bidang antikorupsi.


"Untuk teknis metode survei dilakukan secara independen oleh BPS (Badam Pusat Statistik) Kaltara yang disupervisi langsung oleh KPK. Untuk menjamin independensi pelaksanaan SPI pada Pemprov Kaltara,” terang Ramli. Dari itu, sehingga penilaiannya benar-benar independen. Pihaknya tidak mengetahui apa saja pertanyaannya dan jawaban responden langsung terkirim ke server pusat KPK dengan sistem autosave.


Sebagai informasi, sejak 26 September sd 31 Oktober 2019, SPI dilaksanakan pada 127 instansi pemerintah. Meliputi 27 kementerian/lembaga, 15 pemerintah provinsi, 25 pemerintah kota dan 60 pemerintah kabupaten. Ini merupakan sebagai bentuk akuntabilitas dan perbaikan berkelanjutan pada ranah birokrasi.


Jumlah responden yang menjadi sampel SPI Pemprov Kaltara sebanyak 130. Meliputi, 60 responden dari kalangan ASN yang terlibat dalam pelayanan publik, 60 responden pengguna layanan publik (masyarakat) Provinsi Kaltara. Dan 10 responden kalangan ahli/ekspert di bidang Antikorupsi yang ditetapkan oleh KPK.


Untuk diketahui juga, SPI merupakan aksi kolaboratif bersama yang melibatkan KPK, Kemendagri, BPS, Kementerian PPN/Bappenas dan Pemda. Sesuai surat Deputi Bidang Pencegahan KPK Nomor : B/20.90/LIT.05/10 - 15/04/2020, tanggal 24 April 2020, SPI dilaksanakan untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh Kementerian, Lembaga dan Pemda.


SPI dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas dan perbaikan berkelanjutan dalam upaya pencegahan korupsi.


 


IRWAN TEMUI SEJUMLAH TOKOH


Dalam safari politiknya di Tarakan, Rabu (7/10) Calon Wakil Gubernur nomor urut 2, H. Irwan Sabri, S.E, bersilaturahmi ke sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita dan masyarakat di beberapa lokasi di Bumi Paguntaka.


Selama berada di Tarakan, dirinya akan bertemu tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat untuk memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltara 9 Desember mendatang.


“Alhamdulillah animo kedatangan saya sangat disambut antusias, sangat luar biasa dimana para tokoh-tokoh ini sudah lama menunggu kedatangan saya,” ujarnya.


Dirinya optimis dengan kinerja tim parpol, Relawan Iraw, Srikandi Iraw, Sahabat Iraw dan simpatisan yang mendukung Iraw, jumlah suara di Tarakan bisa dimenangkan paslon nomor urut 2 Iraw. “Saya yakini dan percaya jika semua tim kita bekerja dengan maksimal, insyallah kita bisa menang di Tarakan, bahkan di Kaltara,” ucapnya.


Terpisah salah satu tokoh masyarakat Karang Anyar Pantai, Darwis mengapresiasi kedatangan calon wakil gubernur dari Iraw, yakni H. Irwan Sabri. Ia memberikan doa yang terbaik. “Pada dasarnya kita mendoakan beliau dengan apa yang dilakukannya dengan maju sebagai pasangan Pak Irianto Lambrie,” tuturnya.


Dirinya juga berharap bagi siapa pun yang maju dalam Pilkada tahun ini, bisa bersaing dengan sehat dan menjaga kondisi Kaltara tetap aman dan kondusif.


Sementara itu, Srikandi Iraw tarus melakukan kegiatan sosialisasi pengenalan visi dan misi paslon nomor urut 2 Iraw ke masyarakat, kali ini masyarakat di sekitar Kelurahan Karang Anyar.


Dalam kegiatan tersebut Ketua Media Center Iraw, Ali Sadat memaparkan visi dan misi paslon nomor urut 2, termasuk program-program yang telah dijalankan sebelumnya, diharapkan dapat dituntaskan dengan memberikan kesempatan kembali melanjutkannya di periode kedua.


“Jadi kita memaparkan sejumlah keberhasilan Pak Irianto Lambrie selama menjabat Gubernur Kaltara, yang mana sudah berhasil membangun sejumlah infrastruktur untuk menunjang masyarakat di Kaltara, salah satunya Pelabuhan Tengkayu I (SDF) yang kini bisa dinikmati masyarakat di Kaltara,” pungkasnya.


 


SIMPATISAN NUNUKAN SELATAN


Dukungan juga datang dari simpatisan masyarakat Jalan Kampung Mambunut dan Gang Limau, Nunukan Selatan.


Mewakili masyarakat Jalan Mambunut, Nunukan Selatan, Simpatisan Iraw, Daeng Lampe memastikan simpatisan lainnya dari kampung Mambunut akan all out mendukung Iraw khususnya kepada H. Irwan Sabri. Menyambangi kediamannya, Lampe sebut H. Irwan Sabri meresap aspirasi dan harapan mereka terhadap pembangunan jalan tani di kampungnya tersebut.


“Alhamdulillah beliau (H. Irwan Sabri) mau mendengarkan harapan kami agar dapat di bangun jalan tani,” ujar Lampe.


Tak hanya itu, permintaan dimudahkannya warga Kampung Mambunut mendapatkan pupuk terutama pupuk subsidi, juga ditampung H. Irwan Sabri saat bertemu sejumlah simpatisan di kediamannya. “Kami di sini (Mambunut) mayoritas mata pencaharian kami petani dan perkebunan. Kami akan habis-habisan mendukung, semoga menang dan harapan kami diperhatikan nantinya,” harap Lampe.


Sementara itu, Simpatisan Iraw yang mewakili masyarakat Gang Limau, Nunukan Selatan, Danjeng juga komitmen mendukung dan memenangkan Iraw. Danjeng mengajak masyarakat Nunukan khususnya masyarakat Gang Limau mendukung anak muda Nunukan H. Irwan Sabri menjadi Wakil Gubernur Kaltara.


“Kalau kami punya perwakilan di provinsi, apalagi anak Nunukan, saya yakin aspirasi masyarakat di Nunukan akan diterapkan. Tak banyak kami berharap, hanya menginginkan perhatian,” harap Danjeng.


Di daerah Danjeng yang warganya juga notabene bekerja sebagai perkebunan dan petani, mengharapkan air besih di daerah Gang Limau tersebut. H. Irwan Sabri yang menyambangi di kediamannya, Danjeng mengaku H, Irwan Sabri mau mendengarkan cerita mereka, suka duka berkebun mereka dan mampu menampung harapan mereka.


Bahkan, setelah mendengar visi misi Iraw yang disampaikan H. Irwan Sabri, seperti akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, dan terus menerus berupaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus diiringi dengan pemerataan. Membuat Danjeng optimis dukung H. Irwan Sabri. (adv/jnr/raw/lim)


 


 


 


 

Editor : Azwar Halim