TARAKAN – Wacana Universitas Borneo Tarakan (UBT) membuka jenjang pendidikan strata satu (S1) Keperawatan dan S1 Kebidanan di Fakultas Ilmu Kesehatan terus bergulir. Demikian disampaikan Rektor UBT, Prof. Dr. Adri Patton, M.Si, Selasa (25/9).
Upaya tersebut akan direalisasikan melalui berbagai program kerja. Salah satunya pada 21 September lalu, UBT melakukan kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Kerja sama ini dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Adri Patton dan Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA.
“Tujuan kerja sama ini tidak lain adalah untuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimana MoU itu akan dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UBT dan Dekan Fikes Unhas. Dimana untuk memenuhi kebutuhan dosen. Nantinya dosen Fikes Unhas datang ke UBT untuk mengajar,” jelas Prof Adri Paton, sapaan akrabnya.
Dia juga mengatakan wacana membuka jurusan S1 keperawatan dan kebidanan karena adanya tuntutan dan kebutuhan akan perlunya tenaga keperawatan dan kebidanan yang ada di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang bergelar S1.
Sebab, pada umumnya perawat dan bidan di Kaltara bergelar Diploma III. Oleh karena itu, Direktur RSUD se-Kaltara dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan pada tahun lalu pernah mendatangi UBT dan memberikan surat.
Isi daripada surat itu meminta UBT untuk membuka jurusan S1 Keperawatan dan S1 Kebidanan. Sementara assessor akreditasi rumah sakit dan juga amanat Undang-Undang perawat dan bidan harus bergelar S1. Untuk itu, pihaknya sedang berupaya untuk melengkapi segala persyaratan seperti dokumen-dokumen dan sebagainya.
"Saya kemudian bertemu dan menghadap dengan pak Menristekdikti. Dan pada prinsipnya pak Menristekdikti sangat menyetujui ini. Setelah itu, saya melaporkan ini kepada Gubernur Kaltara yang juga sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan UBT,” katanya.
“Nah, pada pertemuan kami itu, Gubernur juga langsung merespon hal ini, dan langsung memerintahkan kami (UBT) membuat skedul rencana gubernur bersama rektor dan para direktur RSUD se-Kaltara dan Kepala Dinas Kesehatan, Dekan Fikes untuk mengahadap Menrisetdikti. Saat ini Fikes sedang menyiapkan dokumen-dokumennya untuk kami bawa menghadap Menterisetdikti bersama Gubenrur,” tambah dia.
Prof Adri Paton berharap jurusan keperawatan dan kebidanan yang masih diploma III bisa segera menjadi jurusan S1 Keperawatan dan S1 Kebidanan. Selain itu, pihaknya memohon doa masyarakat Kaltara atas cita-cita yang didambakan untuk memenuhi kebutuhan akan perawat dan bidan yang S1 tersebut bisa tercapai dengan pengembangan yang dilakukan UBT. (adv/dob/sur)
Editor : Sopian Hadi