alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

FGD Menggali Permasalahan dan Mencari Solusi Kelembagaan Petani Sawit

TARAKAN – Pembangunan industri kelapa sawit di Indonesia yang saat ini lebih berorientasi pada sistem agribisnis sangat membutuhkan peranan kelembagaan pertanian, termasuk di dalamnya kelembagaan petani.

Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan daya saing petani kelapa sawit, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBT, dalam hal ini Fakultas Pertanian bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) melakukan penguatan kelembagaan petani kelapa sawit melalui kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) di Swiss-Belhotel Tarakan, selama dua hari mulai 26-27 Juli 2022.

Ketua Panitia FGD Penguatan Kelembagaan Petani Kelapa Sawit, Dr. Nia Kurniasih, SP.,MP mengatakan, FGD ini dilakukan untuk menelaah lebih lanjut soal potensi dan permasalahan, serta menemukan solusi tepat bagi kelembagaan petani kelapa sawit di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) ini.

KELEMBAGAAN: Penjelasan oleh narasumber pada pelaksanaan FGD Penguatan Kelembagaan Petani Kelapa Sawit oleh Fakultas Pertanian UBT.

“Alhamdulillah, kegiatan FGD penguatan kelembagaan petani kelapa sawit ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujar Dr. Nia kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).

Baca Juga :  Kuota Solar Berkurang, Ini Reaksi Fraksi Nasdem

Adapun FGD ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan petani kelapa sawit tentang kelembagaan serta menggali masalah dan mencari solusi kelembagaan usaha tani perkebunan kelapa sawit, khususnya di provinsi ke-34 ini.

“Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di wilayah Kaltara,” sebutnya.

Disebutkannya, sasaran dari FGD ini di antaranya petani kelapa sawit di Kaltara, APKASINDO, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara.

Harapannya, FGD ini dapat memberikan manfaat sebagai bentuk masukan dan bahan pertimbangan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Kaltara dalam penyusunan kebijakan yang terkait dengan penguatan kelembagaan petani kelapa sawit di wilayah provinsi perbatasan ini.

“Setidaknya, bisa jadi bahan evaluasi bagi petani kelapa sawit dalam menjalankan usaha perkebunan kelapa sawitnya agar dapat meningkatkan kesejahteraan bagi petani kelapa sawit itu sendiri,” tuturnya.

Untuk diketahui, peserta dari kegiatan yang sepenuhnya didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini berasal dari Kabupaten Malinau, Bulungan, Nunukan dan Tana Tidung.

Baca Juga :  Strategi Wedding Organizer Bertahan di Masa Pandemi

Sedangkan narasumbernya meliputi Ir. Heri Rudiyono, M.Si selaku Kepala DPKP Kaltara, Dr. Iwan Setiawan, SP.,MP selaku Kepala Program Studi S2 Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, serta Abdul Rahim, SP.,M.Si,Ph.D selaku Dekan Fakultas Pertanian UBT.

Materi yang disampaikan para narasumber tentang kelembagaan petani kelapa sawit di Kaltara, penguatan kelembagaan petani sawit menguasai potensi pasar lokal dan menjemput peluang pasar global era disruptif, dan tinjauan aspek agronomis dalam mendukung usaha kelapa sawit berkelanjutan.

Turut memberikan sambutan dan membuka acara ini, Dr. Bustan, SE.,M.Si selaku Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Dr. Ir. Muhammad Djaya Bakri, ST.,MT Wakil Rektor III UBT, Anang Sulistyo, S.P.,M.P Sekretaris LPPM UBT, Muhammad Khoirudin selaku anggota Komisi II DPRD Kaltara serta Aida Fitria Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan & Civil Society BPDPKS. Turut hadir Suhendrik perwakilan APKASINDO dan Ambo Tuo perwakilan GAPKI. (iwk/har)

TARAKAN – Pembangunan industri kelapa sawit di Indonesia yang saat ini lebih berorientasi pada sistem agribisnis sangat membutuhkan peranan kelembagaan pertanian, termasuk di dalamnya kelembagaan petani.

Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan daya saing petani kelapa sawit, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBT, dalam hal ini Fakultas Pertanian bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) melakukan penguatan kelembagaan petani kelapa sawit melalui kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) di Swiss-Belhotel Tarakan, selama dua hari mulai 26-27 Juli 2022.

Ketua Panitia FGD Penguatan Kelembagaan Petani Kelapa Sawit, Dr. Nia Kurniasih, SP.,MP mengatakan, FGD ini dilakukan untuk menelaah lebih lanjut soal potensi dan permasalahan, serta menemukan solusi tepat bagi kelembagaan petani kelapa sawit di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) ini.

KELEMBAGAAN: Penjelasan oleh narasumber pada pelaksanaan FGD Penguatan Kelembagaan Petani Kelapa Sawit oleh Fakultas Pertanian UBT.

“Alhamdulillah, kegiatan FGD penguatan kelembagaan petani kelapa sawit ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujar Dr. Nia kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).

Baca Juga :  Lakukan Sosialisasi di Calon Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Adapun FGD ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan petani kelapa sawit tentang kelembagaan serta menggali masalah dan mencari solusi kelembagaan usaha tani perkebunan kelapa sawit, khususnya di provinsi ke-34 ini.

“Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di wilayah Kaltara,” sebutnya.

Disebutkannya, sasaran dari FGD ini di antaranya petani kelapa sawit di Kaltara, APKASINDO, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara.

Harapannya, FGD ini dapat memberikan manfaat sebagai bentuk masukan dan bahan pertimbangan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Kaltara dalam penyusunan kebijakan yang terkait dengan penguatan kelembagaan petani kelapa sawit di wilayah provinsi perbatasan ini.

“Setidaknya, bisa jadi bahan evaluasi bagi petani kelapa sawit dalam menjalankan usaha perkebunan kelapa sawitnya agar dapat meningkatkan kesejahteraan bagi petani kelapa sawit itu sendiri,” tuturnya.

Untuk diketahui, peserta dari kegiatan yang sepenuhnya didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini berasal dari Kabupaten Malinau, Bulungan, Nunukan dan Tana Tidung.

Baca Juga :  Sumbangan Masih Masuk, Penyalurannya Bersama Bantuan Pemkot

Sedangkan narasumbernya meliputi Ir. Heri Rudiyono, M.Si selaku Kepala DPKP Kaltara, Dr. Iwan Setiawan, SP.,MP selaku Kepala Program Studi S2 Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, serta Abdul Rahim, SP.,M.Si,Ph.D selaku Dekan Fakultas Pertanian UBT.

Materi yang disampaikan para narasumber tentang kelembagaan petani kelapa sawit di Kaltara, penguatan kelembagaan petani sawit menguasai potensi pasar lokal dan menjemput peluang pasar global era disruptif, dan tinjauan aspek agronomis dalam mendukung usaha kelapa sawit berkelanjutan.

Turut memberikan sambutan dan membuka acara ini, Dr. Bustan, SE.,M.Si selaku Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Dr. Ir. Muhammad Djaya Bakri, ST.,MT Wakil Rektor III UBT, Anang Sulistyo, S.P.,M.P Sekretaris LPPM UBT, Muhammad Khoirudin selaku anggota Komisi II DPRD Kaltara serta Aida Fitria Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan & Civil Society BPDPKS. Turut hadir Suhendrik perwakilan APKASINDO dan Ambo Tuo perwakilan GAPKI. (iwk/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/