alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Ari Yusnita Dorong Pemanfaatan Gas Bumi di Kaltara

TARAKAN – Anggota DPR RI asal Kalimantan Utara (Kaltara), dr. Ari Yusnita, ikut berkontribusi dalam Focus Group Discussions (FGD) yang digelar Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Putri mantan Wali Kota Tarakan, Jusuf Serang Kasim, ini hadir bersama anggota Komisi VII DPR RI lainnya dalam kegiatan yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (19/12).

Forum tersebut bertujuan untuk membahas berbagai aspek baik dari sisi kebijakan, pasokan gas bumi, potensi pemanfaatan gas bumi dan pengusahaan gas bumi dalam kerangka rencana pembangunan dan peningkatan pemanfaatan gas bumi di wilayah Kalimantan sebagai pengejawantahan fungsi BPH Migas sesuai amanat UU Nomor 22 tahun 2001.

Baca Juga :  Vaksinasi Pegawai PLN UPDK Tarakan Menuju 100 Persen

Ari Yusnita sendiri mendorong pengembangan dan pengelolaan potensi gas bumi di Kalimantan yang lebih maksimal, karena potensinya yang cukup besar. Salah satunya berada di Kaltara. “Contohnya potensi gas saat ini yang paling besar di Kaltara adalah Sei Menggaris itu sebesar 30 – 60 MMBTU,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI asal Fraksi Nasional Demokrat ini kepada awak media, Jumat (28/12).

Ia menambahkan, dalam rangka membangun dan mengembangkan serta menumbuhkan industri maupun produksi migas, ia juga akan terus berkomunikasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta instansi terkait dalam pengembangan infrastruktur gas terintegrasi serta harga gas yang kompetitif serta menjangkau bagi masyarakat serta menjaga agar pasokan gas terpenuhi dan berkelanjutan. Dalam rangka mendorong pemanfaatan gas bumi di Kaltara yang lebih maksimal, Ari Yusnita juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Kaltara untuk mengusulkan rencana induk baru jaringan kepada BPH Migas yang ditembuskan kepada Komisi VII DPR RI untuk dimasukkan dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Nasional (RIJTDGN). (ww/adv/sur)

Baca Juga :  Deddy Sitorus Serahkan Bus Sekolah, Santri Tidak Bergelantungan Lagi

TARAKAN – Anggota DPR RI asal Kalimantan Utara (Kaltara), dr. Ari Yusnita, ikut berkontribusi dalam Focus Group Discussions (FGD) yang digelar Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Putri mantan Wali Kota Tarakan, Jusuf Serang Kasim, ini hadir bersama anggota Komisi VII DPR RI lainnya dalam kegiatan yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (19/12).

Forum tersebut bertujuan untuk membahas berbagai aspek baik dari sisi kebijakan, pasokan gas bumi, potensi pemanfaatan gas bumi dan pengusahaan gas bumi dalam kerangka rencana pembangunan dan peningkatan pemanfaatan gas bumi di wilayah Kalimantan sebagai pengejawantahan fungsi BPH Migas sesuai amanat UU Nomor 22 tahun 2001.

Baca Juga :  Mengawali Tahun 2019, BPJS Kesehatan Tarakan Jelaskan Kebenaran Isu-Isu Hoax

Ari Yusnita sendiri mendorong pengembangan dan pengelolaan potensi gas bumi di Kalimantan yang lebih maksimal, karena potensinya yang cukup besar. Salah satunya berada di Kaltara. “Contohnya potensi gas saat ini yang paling besar di Kaltara adalah Sei Menggaris itu sebesar 30 – 60 MMBTU,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI asal Fraksi Nasional Demokrat ini kepada awak media, Jumat (28/12).

Ia menambahkan, dalam rangka membangun dan mengembangkan serta menumbuhkan industri maupun produksi migas, ia juga akan terus berkomunikasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta instansi terkait dalam pengembangan infrastruktur gas terintegrasi serta harga gas yang kompetitif serta menjangkau bagi masyarakat serta menjaga agar pasokan gas terpenuhi dan berkelanjutan. Dalam rangka mendorong pemanfaatan gas bumi di Kaltara yang lebih maksimal, Ari Yusnita juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Kaltara untuk mengusulkan rencana induk baru jaringan kepada BPH Migas yang ditembuskan kepada Komisi VII DPR RI untuk dimasukkan dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Nasional (RIJTDGN). (ww/adv/sur)

Baca Juga :  Baznas Sosialisasikan Zakat di Pawai MTQ III Kaltara

Most Read

Artikel Terbaru

/