alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Siapkan Klaster Ekonomi Baru Menuju Pasca Tambang

TANJUNG SELOR – PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) tengah melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan klaster ekonomi baru menuju pasca tambang di wilayah operasionalnya. Salah satunya di Desa Kelubir, Bulungan.

Comdev Officer PT. PKN, Ardi A. Kaudis mengatakan, sejak tahun 2019 pihaknya tengah melakukan budidaya jagung hibrida sebagai bentuk upaya untuk menyiapkan kemandirian masyarakat di sekitar operasional perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.

“Prospek budidaya jagung ini cukup tinggi. Kemudian, dari klaster jagung Kelubir ini juga ada beberapa turunan pemanfaatannya, di antaranya ternak kambing,” ujar Ardi kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).

Karena daun hingga batang jagung ini dapat digunakan untuk pakan ternak kambing hingga dibuat pupuk kompos. Kemudian buahnya bisa dijual dalam bentuk jagung pipilan. Tak hanya itu, jagung ini juga banyak turunan manfaatnya jika dikelola secara optimal.

Ardi menjelaskan, PT. PKN saat ini memiliki potensi lahan yang cukup luas di Desa Kelubir, yakni sekitar 1.042 hektare. Dari luasan lahan yang ada itu, sekitar 602 hektare memiliki potensi untuk ditanami jagung.

“Program jagung hibrida ini diinisiasi sejak Desember 2019. Terhitung hingga Mei 2022 total luasannya sudah 116,5 hektare. Ini masih berpotensi naik,” sebutnya. (selengkapnya di grafis)

Baca Juga :  Bersama Danrem, Gubernur Jalan Kaki ke Masjid Agung Istiqamah

Dalam hal ini, Ardi mengatakan bertani harus kontinyu. Dalam hal ini, petani juga harus memahami siklus harga yang kadang naik dan kadang turun. Artinya, petani juga harus memperhatikan siklus tanam di luar.

“Sejak 2019 hingga Mei 2022, hasil panen yang terdata di kami sebanyak 86,567 ton jagung yang telah dihasilkan. Ini hanya yang terdata di kami. Untuk penjualannya baru ke Tanjung Selor dan Berau,” tuturnya.

Terhadap petani, jagung hibrida ini dibeli oleh perusahaan dengan harga Rp 3 ribu per kilogram. Jika misalnya saat dipasarkan dapat harga Rp 6 ribu per kilogram, maka petani akan diberikan tambahan Rp 2.400 per kilogram. Sementara Rp 600 per kilogram untuk biaya packing dan lain sebagainya.

“Pastinya akses pasar itu kita siapkan untuk memastikan hasil kebun jagung masyarakat ada yang membeli,” tegasnya.

Selain itu, ia menjelaskan ada lima agenda strategis untuk pengembangan klaster ekonomi baru menuju pasca tambang di wilayah PT. PKN, mulai dari meningkatkan infrastruktur dan sarana produksi pertanian, peningkatan kualitas dan kapasitas SDM unggul di bidang pertanian, menumbuhkan akses pasar, menjadikan masyarakat subjek dalam pencapaian program, serta melakukan diversifikasi usaha.

Baca Juga :  Harhubnas, Momentum Insan Perhubungan Perbaiki Kinerja di Sektor Transportasi

“Tantangan kita, dengan program-program yang ada ini, bagaimana caranya manfaat tambang ini tidak hanya untuk sekarang, tapi juga untuk ke depan saat nanti (lokasi tambang) sudah ditinggalkan,” sebutnya.

Kenapa budidaya jagung? Karena ada kelembagaan seperti kelompok tani dan bisa juga masuk sebagai pendapatan desa. Ini sudah dibuatkan grafik untuk langkah strategis apa yang dilakukan pasca tambang, serta melibatkan stakeholder terkait di bidangnya.

“Pastinya, PT. PKN hadir tidak hanya untuk mendapatkan hasil dari pertambangan yang dilakukan, tapi juga mendukung persiapan untuk kemandirian masyarakat di wilayah tambang,” pungkasnya. (iwk)

# Lahan Kebun Jagung Hibrida PT. PKN pada 2019-Mei 2022
– Tahun 2109: 1,5 ha
– Tahun 2020: 27,7 ha
– Tahun 2021: 55,2 ha
– Per Mei 2022: 32,1 ha
– TOTAL 2019-Mei 2022: 116,5 ha
=Sumber: Data PT. PKN

TANJUNG SELOR – PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) tengah melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan klaster ekonomi baru menuju pasca tambang di wilayah operasionalnya. Salah satunya di Desa Kelubir, Bulungan.

Comdev Officer PT. PKN, Ardi A. Kaudis mengatakan, sejak tahun 2019 pihaknya tengah melakukan budidaya jagung hibrida sebagai bentuk upaya untuk menyiapkan kemandirian masyarakat di sekitar operasional perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.

“Prospek budidaya jagung ini cukup tinggi. Kemudian, dari klaster jagung Kelubir ini juga ada beberapa turunan pemanfaatannya, di antaranya ternak kambing,” ujar Ardi kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).

Karena daun hingga batang jagung ini dapat digunakan untuk pakan ternak kambing hingga dibuat pupuk kompos. Kemudian buahnya bisa dijual dalam bentuk jagung pipilan. Tak hanya itu, jagung ini juga banyak turunan manfaatnya jika dikelola secara optimal.

Ardi menjelaskan, PT. PKN saat ini memiliki potensi lahan yang cukup luas di Desa Kelubir, yakni sekitar 1.042 hektare. Dari luasan lahan yang ada itu, sekitar 602 hektare memiliki potensi untuk ditanami jagung.

“Program jagung hibrida ini diinisiasi sejak Desember 2019. Terhitung hingga Mei 2022 total luasannya sudah 116,5 hektare. Ini masih berpotensi naik,” sebutnya. (selengkapnya di grafis)

Baca Juga :  Optimalisasi Pajak Sarang Burung Walet, Pemprov Kaltara Segera Terbitkan Pergub

Dalam hal ini, Ardi mengatakan bertani harus kontinyu. Dalam hal ini, petani juga harus memahami siklus harga yang kadang naik dan kadang turun. Artinya, petani juga harus memperhatikan siklus tanam di luar.

“Sejak 2019 hingga Mei 2022, hasil panen yang terdata di kami sebanyak 86,567 ton jagung yang telah dihasilkan. Ini hanya yang terdata di kami. Untuk penjualannya baru ke Tanjung Selor dan Berau,” tuturnya.

Terhadap petani, jagung hibrida ini dibeli oleh perusahaan dengan harga Rp 3 ribu per kilogram. Jika misalnya saat dipasarkan dapat harga Rp 6 ribu per kilogram, maka petani akan diberikan tambahan Rp 2.400 per kilogram. Sementara Rp 600 per kilogram untuk biaya packing dan lain sebagainya.

“Pastinya akses pasar itu kita siapkan untuk memastikan hasil kebun jagung masyarakat ada yang membeli,” tegasnya.

Selain itu, ia menjelaskan ada lima agenda strategis untuk pengembangan klaster ekonomi baru menuju pasca tambang di wilayah PT. PKN, mulai dari meningkatkan infrastruktur dan sarana produksi pertanian, peningkatan kualitas dan kapasitas SDM unggul di bidang pertanian, menumbuhkan akses pasar, menjadikan masyarakat subjek dalam pencapaian program, serta melakukan diversifikasi usaha.

Baca Juga :  Bersama Danrem, Gubernur Jalan Kaki ke Masjid Agung Istiqamah

“Tantangan kita, dengan program-program yang ada ini, bagaimana caranya manfaat tambang ini tidak hanya untuk sekarang, tapi juga untuk ke depan saat nanti (lokasi tambang) sudah ditinggalkan,” sebutnya.

Kenapa budidaya jagung? Karena ada kelembagaan seperti kelompok tani dan bisa juga masuk sebagai pendapatan desa. Ini sudah dibuatkan grafik untuk langkah strategis apa yang dilakukan pasca tambang, serta melibatkan stakeholder terkait di bidangnya.

“Pastinya, PT. PKN hadir tidak hanya untuk mendapatkan hasil dari pertambangan yang dilakukan, tapi juga mendukung persiapan untuk kemandirian masyarakat di wilayah tambang,” pungkasnya. (iwk)

# Lahan Kebun Jagung Hibrida PT. PKN pada 2019-Mei 2022
– Tahun 2109: 1,5 ha
– Tahun 2020: 27,7 ha
– Tahun 2021: 55,2 ha
– Per Mei 2022: 32,1 ha
– TOTAL 2019-Mei 2022: 116,5 ha
=Sumber: Data PT. PKN

Most Read

Lontong Sayur

Iwan Setiawan Sampaikan Eksepsi

Artikel Terbaru

/