alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Perpusnas Fasilitasi PLM bagi Perpustakaan Se-Kaltara

TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, Staf Ahli Gubernur Bidang Aparatur Pelayanan Publik dan Kemasyarakatan, Syahrullah Mursalin mengapresiasi atas terlaksananya acara peer learning meeting (PLM) di Kalimantan Utara tahun 2022.

Lanjutnya, PLM ditujukan pada upaya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS).

Syahrullah menjelaskan bahwa hal ini merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpunas RI) yang mendapat dukungan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Desa.

“TPBIS juga merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pengguna perpustakaan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat serta mengurangi kemiskinan dari berbagai aspek kehidupan yang akhirnya meningkatkan literasi untuk mendukung program pemerintah,” harap Syahrullah saat ditemui pewarta Radar Tarakan usai membuka secara resmi PLM yang berlangsung di Hotel Luminor, Selasa (26/7).

Lebih lanjutnya, meski menyoal literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perpustakaan.

Melainkan, literasi menjadi penggerak seluruh instansi pemerintahan.

Sehingga perpustakaan di masa depan harus dapat lebih banyak memberikan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain.

Perpustakaan tidak hanya mejadi tempat meminjam dan membaca buku saja, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Perpustakaan pun dapat menjadi untuk melaksanakan berbagai kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.

Tambahnya, PLM yang merupakan bagian dari kegiatan TPBIS. Apabila dirinci memiliki sejumlah tujuan.

Meliputi, fasilitas proses saling belajar dan berbagi pengalaman antar perpustakaan.

Memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta untuk terus melaksanakan rencana kerja transformasi perpustakaan kabupaten dan perpustakaan desa.

Lali, memperkuat proses mentoring dan monitoring perpustakaan kabupaten dan desa.

“Melalui PLM peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai pengelola perpustakaan, yang dapat diterapkan di lingkungan maupun di perpustakaan sehingga dapat terus melanjutkan transformasi perpustakaannya hingga melahirkan dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Polres Gelar Operasi Keselamatan Kayan, Ini Sasarannya

Dikatakan juga, dengan terselenggaranya kegiatan PLM.

Maka, pihaknya berharap literasi masyarakat Kaltara akan menjadi semakin berkualitas.

Selain itu, peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber dan penguatan oleh master trainer yang akan menjadi bekal dalam keberhasilan dan solusi untuk mengatasi tantangan dalam pencapaian program.

“Harapannya juga, semoga Perpusnas RI akan terus memberikan bimbingan kepada transformer-transformer perpustakaan yang ada di wilayah Kaltara,” ucapnya.

Tak lupa, mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan ini.

Diharapkan perpustakaan kabupaten/kota dan desa yang belum mempunyai kegiatan untuk segera menghidupkan kembali kegiatan setelah PLM ini.

Bagi perpustakaan yang sudah berjalan dapat terus memupuk semangat dan menjalin kemitraannya bagi keberlangsungan program dan pemanfaatan perpustakaan bagi masyarakat sekitarnya.

7

“Semoga tahun depan program TPBIS dapat direplikasi pada kabupaten dan desa yang belum menjadi mitra. Harapannya akan lebih banyak desa yang mendapatkan manfaat program TPBIS. Sehingga dapat meningkatkan literasi dan kesejahteraan masyarakat Kaltara sesuai semangat kaltara berubah, maju dan sejahtera,” tukasnya.

UPAYA PERPUSNAS
Gerakan literasi dimaksudkan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Perpusnas RI sejak tahun 2018 lalu, menyelenggarakan kegiatan TPBIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional 2020-2024 dengan tujuan untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul melalui peningkatan kemampuan literasi untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Baca Juga :  Akibat Tak Patuh Berlalu Lintas, Pengendara Rawan Terjadi Ini

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar dalam memberikan layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan melibatkan keterlibatan masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Di tahun 2022 ini, Perpusnas memperluas TPBIS di 96 perpustakaan desa yang berada di 136 kabupaten/kota, di 34 provinsi.

Pada Maret hingga Juni 2022, telah membekali para pengelola perpustakaan penerima manfaat program melalui bimbingan teknis (bimtek) strategi pengembangan perpustakaan dan teknologi informasi & komunikasi (SPP-TIK).

Pasca bimtek tersebut, perpustakaan didorong untuk mengimplementasikan program dengan meningkatkan layanan informasi, melakukan kegiatan pelibatan masyarakat sesuai kebutuhan, melakukan advokasi untuk membangun dukungan serta publikasi dari kegiatan perpustakaan.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta pembatasan berkegiatan, perpustakaan desa tetap berupaya memberikan layanan dan membantu masyarakat.

Hal ini tampak dari munculnya impact atau orang yang berubah hidupnya setelah memperoleh layanan perpustakaan.

Agar proses transformasi perpustakaan dapat terus berlanjut dan meningkat, Perpustakaan Nasional memfasilitasi pertemuan antar pengelola perpustakaan dalam kegiatan PLM.
PLM provinsi dilakukan secara onsite/tatap muka di 33 lokasi untuk 34 provinsi.

Peserta PLM akan diharapkan dapat saling belajar, menghargai capaiannya masing masing dan capaian perpustakaan lain.

Perpusnas berharap peserta dapat memanfaatkan momentum PLM untuk saling berbagi, saling belajar antar sesama pengelola perpustakaan.

Perpusnas juga mendorong kepada dinas perpustakaan provinsi atau kabupaten, dapat merencanakan pertemuan PLM seperti ini secara berkala setiap tahunnya, baik secara tatap muka maupun secara daring dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. (dni)

TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, Staf Ahli Gubernur Bidang Aparatur Pelayanan Publik dan Kemasyarakatan, Syahrullah Mursalin mengapresiasi atas terlaksananya acara peer learning meeting (PLM) di Kalimantan Utara tahun 2022.

Lanjutnya, PLM ditujukan pada upaya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS).

Syahrullah menjelaskan bahwa hal ini merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpunas RI) yang mendapat dukungan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Desa.

“TPBIS juga merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pengguna perpustakaan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat serta mengurangi kemiskinan dari berbagai aspek kehidupan yang akhirnya meningkatkan literasi untuk mendukung program pemerintah,” harap Syahrullah saat ditemui pewarta Radar Tarakan usai membuka secara resmi PLM yang berlangsung di Hotel Luminor, Selasa (26/7).

Lebih lanjutnya, meski menyoal literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perpustakaan.

Melainkan, literasi menjadi penggerak seluruh instansi pemerintahan.

Sehingga perpustakaan di masa depan harus dapat lebih banyak memberikan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain.

Perpustakaan tidak hanya mejadi tempat meminjam dan membaca buku saja, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Perpustakaan pun dapat menjadi untuk melaksanakan berbagai kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.

Tambahnya, PLM yang merupakan bagian dari kegiatan TPBIS. Apabila dirinci memiliki sejumlah tujuan.

Meliputi, fasilitas proses saling belajar dan berbagi pengalaman antar perpustakaan.

Memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta untuk terus melaksanakan rencana kerja transformasi perpustakaan kabupaten dan perpustakaan desa.

Lali, memperkuat proses mentoring dan monitoring perpustakaan kabupaten dan desa.

“Melalui PLM peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai pengelola perpustakaan, yang dapat diterapkan di lingkungan maupun di perpustakaan sehingga dapat terus melanjutkan transformasi perpustakaannya hingga melahirkan dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Cabang Nunukan Serahkan Santunan Kematian Secara Simbolis

Dikatakan juga, dengan terselenggaranya kegiatan PLM.

Maka, pihaknya berharap literasi masyarakat Kaltara akan menjadi semakin berkualitas.

Selain itu, peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber dan penguatan oleh master trainer yang akan menjadi bekal dalam keberhasilan dan solusi untuk mengatasi tantangan dalam pencapaian program.

“Harapannya juga, semoga Perpusnas RI akan terus memberikan bimbingan kepada transformer-transformer perpustakaan yang ada di wilayah Kaltara,” ucapnya.

Tak lupa, mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan ini.

Diharapkan perpustakaan kabupaten/kota dan desa yang belum mempunyai kegiatan untuk segera menghidupkan kembali kegiatan setelah PLM ini.

Bagi perpustakaan yang sudah berjalan dapat terus memupuk semangat dan menjalin kemitraannya bagi keberlangsungan program dan pemanfaatan perpustakaan bagi masyarakat sekitarnya.

7

“Semoga tahun depan program TPBIS dapat direplikasi pada kabupaten dan desa yang belum menjadi mitra. Harapannya akan lebih banyak desa yang mendapatkan manfaat program TPBIS. Sehingga dapat meningkatkan literasi dan kesejahteraan masyarakat Kaltara sesuai semangat kaltara berubah, maju dan sejahtera,” tukasnya.

UPAYA PERPUSNAS
Gerakan literasi dimaksudkan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Perpusnas RI sejak tahun 2018 lalu, menyelenggarakan kegiatan TPBIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional 2020-2024 dengan tujuan untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul melalui peningkatan kemampuan literasi untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Baca Juga :  Santunan Perlindungan Meningkat, Manfaatnya Terasa Hingga Keluarga

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar dalam memberikan layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan melibatkan keterlibatan masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Di tahun 2022 ini, Perpusnas memperluas TPBIS di 96 perpustakaan desa yang berada di 136 kabupaten/kota, di 34 provinsi.

Pada Maret hingga Juni 2022, telah membekali para pengelola perpustakaan penerima manfaat program melalui bimbingan teknis (bimtek) strategi pengembangan perpustakaan dan teknologi informasi & komunikasi (SPP-TIK).

Pasca bimtek tersebut, perpustakaan didorong untuk mengimplementasikan program dengan meningkatkan layanan informasi, melakukan kegiatan pelibatan masyarakat sesuai kebutuhan, melakukan advokasi untuk membangun dukungan serta publikasi dari kegiatan perpustakaan.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta pembatasan berkegiatan, perpustakaan desa tetap berupaya memberikan layanan dan membantu masyarakat.

Hal ini tampak dari munculnya impact atau orang yang berubah hidupnya setelah memperoleh layanan perpustakaan.

Agar proses transformasi perpustakaan dapat terus berlanjut dan meningkat, Perpustakaan Nasional memfasilitasi pertemuan antar pengelola perpustakaan dalam kegiatan PLM.
PLM provinsi dilakukan secara onsite/tatap muka di 33 lokasi untuk 34 provinsi.

Peserta PLM akan diharapkan dapat saling belajar, menghargai capaiannya masing masing dan capaian perpustakaan lain.

Perpusnas berharap peserta dapat memanfaatkan momentum PLM untuk saling berbagi, saling belajar antar sesama pengelola perpustakaan.

Perpusnas juga mendorong kepada dinas perpustakaan provinsi atau kabupaten, dapat merencanakan pertemuan PLM seperti ini secara berkala setiap tahunnya, baik secara tatap muka maupun secara daring dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. (dni)

Most Read

Artikel Terbaru

/