alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Survei Potensi Ekonomi dan Penyaluran Program Sosial Bank Indonesia Tahun 2022

JAKARTA – Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia senantiasa berupaya melaksanakan tujuan utamanya yaitu mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah.

Untuk mencapai tujuan utama tersebut, Bank Indonesia melalui arahan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menetapkan 7 misi dan 12 program strategis Bank Indonesia.

Salah satu program strategis tersebut yaitu memperkuat kebijakan SP-PUR dan infrastruktur pasar keuangan untuk percepatan elektronifikasi, ekonomi, dan keuangan digital, serta tersedianya ULE (Uang Layak Edar) di NKRI.

Tersedianya ULE di NKRI sejalan dengan misi Bank Indonesia dalam bidang pengelolaan uang rupiah yaitu memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar.

Hal itu sesuai UU No. 6 Tahun 2009, yang menyatakan bahwa Bank Indonesia mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Indonesia.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara terus berupaya memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar kepada masyarakat. Seperti diketahui bahwa Provinsi Kalimantan Utara memiliki wilayah 3T yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi KPwBI Provinsi Kalimantan Utara yang berlokasi strategis di ujung utara Indonesia untuk tetap menjaga kedaulatan rupiah di NKRI dan kualitas uang rupiah sehingga terciptanya clean money policy.

KPwBI Provinsi Kalimantan Utara bersinergi dengan TNI AU dalam hal ini LANUD Anang Busra Kota Tarakan telah melaksanakan “Ekspedisi Rupiah Berdaulat 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil)” di Krayan pada 27-29 Juni 2022 menggunakan Pesawat CASA NC 212i.

Baca Juga :  Ini Target TGUPP Genjot Peningkatan PAD Pemprov Kaltara

Rangkaian ekspedisi ini meliputi kas keliling 3T di Krayan yang kali ini melayani kegiatan penukaran kepada masyarakat di wilayah Krayan dan sekitarnya.

Selain itu tim juga akan melakukan edukasi mengenai Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah Goes To School di Krayan kepada siswa dan guru SD 001 dan SMPN 1 Krayan serta Edukasi CBP Rupiah untuk masyarakat yang terdiri dari pemda, unsur TNI-Polri, perbankan, pedagang, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Bank Indonesia juga memiliki program sosial yang dikenal dengan PSBI (Program Sosial Bank Indonesia), program sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat implementasi kapasitas ekonomi, peningkatan kapasitas SDM, kepedulian sosial, dan pengembangan UMKM serta survei potensi ekonomi yang ada di wilayah Krayan.

Sinergi antara Bank Indonesia dengan TNI AU dalam upaya pendistribusian uang rupiah dan penarikan uang tidak layak edar akan menjadikan rupiah berdaulat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia mengucapkan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Udara dalam hal ini, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han beserta jajarannya sehingga rangkaian kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2022 di Krayan dapat terselenggara dengan baik.

Tidak ketinggalan juga Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi kalimantan Utara, Dodi Hermawan senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk selalu cinta rupiah, karena cinta rupiah sama dengan mencintai Indonesia, bangga rupiah sama dengan menjaga kedaulatan bangsa, paham rupiah sama dengan bersama mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan negara.

Baca Juga :  Sikapi Demo Warga, Tim Terpadu Diminta Turun ke Krayan

Cinta bangga paham rupiah untuk Indonesia dimulai dari kita.

Bank Indonesia mengharapkan sinergi dan kolaborasi yang baik dengan TNI AU LANUD Anang Busra Kota Tarakan dalam menjaga kedaulatan rupiah dan teritorial NKRI sampai ke wilayah perbatasan akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Kemudian masih pada kegiatan yang sama, Bank Indonesia juga melakukan survei potensi lokal ekonomi yang ada di daerah Krayan ditemani oleh pihak ASPPINDO (Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia).

lebih lanjut potensi yang ada di Krayan sangatlah melimpah, mulai dari potensi beras adan, garam gunung, nanas, Kopi, kerajinan alam serta masih banyak lagi. Namun saat ini potensi tersebut masih belum maksimal dikerjakan, karena masih memiliki masalah pada akses pasar yang sangat terbatas.

Pada kesempatan tersebut sebagai bagian dari Program Sosial Bank Indonesia sejalan dengan tagline BI sebagai bentuk dedikasi untuk negeri khususnya di daerah perbatasan, diserahkan juga bantuan tempat peribadatan yang layak kepada Masjid Al-Istiqamah berupa 1 unit generator listrik, 1 unit mixer, 1 unit profesional audio speaker, 1 unit mic wireless, 1 unit stabilizer, 1 unit dispenser, 2 unit kipas angin, 1 unit vacum cleaner, 5 unit sarung dan mukena.(adv/ana)

JAKARTA – Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia senantiasa berupaya melaksanakan tujuan utamanya yaitu mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah.

Untuk mencapai tujuan utama tersebut, Bank Indonesia melalui arahan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menetapkan 7 misi dan 12 program strategis Bank Indonesia.

Salah satu program strategis tersebut yaitu memperkuat kebijakan SP-PUR dan infrastruktur pasar keuangan untuk percepatan elektronifikasi, ekonomi, dan keuangan digital, serta tersedianya ULE (Uang Layak Edar) di NKRI.

Tersedianya ULE di NKRI sejalan dengan misi Bank Indonesia dalam bidang pengelolaan uang rupiah yaitu memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar.

Hal itu sesuai UU No. 6 Tahun 2009, yang menyatakan bahwa Bank Indonesia mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Indonesia.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara terus berupaya memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar kepada masyarakat. Seperti diketahui bahwa Provinsi Kalimantan Utara memiliki wilayah 3T yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi KPwBI Provinsi Kalimantan Utara yang berlokasi strategis di ujung utara Indonesia untuk tetap menjaga kedaulatan rupiah di NKRI dan kualitas uang rupiah sehingga terciptanya clean money policy.

KPwBI Provinsi Kalimantan Utara bersinergi dengan TNI AU dalam hal ini LANUD Anang Busra Kota Tarakan telah melaksanakan “Ekspedisi Rupiah Berdaulat 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil)” di Krayan pada 27-29 Juni 2022 menggunakan Pesawat CASA NC 212i.

Baca Juga :  PT PLN (Persero) UPDK Tarakan, Kunjungi Aset di Batas Utara Kalimantan

Rangkaian ekspedisi ini meliputi kas keliling 3T di Krayan yang kali ini melayani kegiatan penukaran kepada masyarakat di wilayah Krayan dan sekitarnya.

Selain itu tim juga akan melakukan edukasi mengenai Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah Goes To School di Krayan kepada siswa dan guru SD 001 dan SMPN 1 Krayan serta Edukasi CBP Rupiah untuk masyarakat yang terdiri dari pemda, unsur TNI-Polri, perbankan, pedagang, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Bank Indonesia juga memiliki program sosial yang dikenal dengan PSBI (Program Sosial Bank Indonesia), program sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat implementasi kapasitas ekonomi, peningkatan kapasitas SDM, kepedulian sosial, dan pengembangan UMKM serta survei potensi ekonomi yang ada di wilayah Krayan.

Sinergi antara Bank Indonesia dengan TNI AU dalam upaya pendistribusian uang rupiah dan penarikan uang tidak layak edar akan menjadikan rupiah berdaulat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia mengucapkan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Udara dalam hal ini, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han beserta jajarannya sehingga rangkaian kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2022 di Krayan dapat terselenggara dengan baik.

Tidak ketinggalan juga Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi kalimantan Utara, Dodi Hermawan senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk selalu cinta rupiah, karena cinta rupiah sama dengan mencintai Indonesia, bangga rupiah sama dengan menjaga kedaulatan bangsa, paham rupiah sama dengan bersama mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan negara.

Baca Juga :  Mobil Dikendarai Wagub Tergelincir

Cinta bangga paham rupiah untuk Indonesia dimulai dari kita.

Bank Indonesia mengharapkan sinergi dan kolaborasi yang baik dengan TNI AU LANUD Anang Busra Kota Tarakan dalam menjaga kedaulatan rupiah dan teritorial NKRI sampai ke wilayah perbatasan akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Kemudian masih pada kegiatan yang sama, Bank Indonesia juga melakukan survei potensi lokal ekonomi yang ada di daerah Krayan ditemani oleh pihak ASPPINDO (Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia).

lebih lanjut potensi yang ada di Krayan sangatlah melimpah, mulai dari potensi beras adan, garam gunung, nanas, Kopi, kerajinan alam serta masih banyak lagi. Namun saat ini potensi tersebut masih belum maksimal dikerjakan, karena masih memiliki masalah pada akses pasar yang sangat terbatas.

Pada kesempatan tersebut sebagai bagian dari Program Sosial Bank Indonesia sejalan dengan tagline BI sebagai bentuk dedikasi untuk negeri khususnya di daerah perbatasan, diserahkan juga bantuan tempat peribadatan yang layak kepada Masjid Al-Istiqamah berupa 1 unit generator listrik, 1 unit mixer, 1 unit profesional audio speaker, 1 unit mic wireless, 1 unit stabilizer, 1 unit dispenser, 2 unit kipas angin, 1 unit vacum cleaner, 5 unit sarung dan mukena.(adv/ana)

Most Read

Artikel Terbaru

/