alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Launching Produk Cokelat Pesona Bultiya, PKN Telah Dampingi 63 Petani

TANJUNG SELOR – PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) memiliki sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang juga merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Salah satunya melakukan pendampingan budidaya kakao.

Mulai dari mempersiapkan lahan, sumber daya petani, distribusi bibit, sampai pada hilirisasi (pasca panen).

Bahkan perusahaan melakukan pengolahan hingga kakao menjadi produk jadi berupa cokelat batangan yang dinamakan ‘Coklat Pesona Bultiya’.

Superintendent Community Development PT. PKN, Muhammad Yusuf B mengatakan, pengembangan program ini dilanjutkan dengan pembibitan model atau sistem sambung pucuk dengan menyediakan lahan kebun entres di demplot pembibitan Desa Sajau.

“Kemudian perluasan kebun, rehabilitasi kebun, hilirisasi, hingga menghasilkan kakao kualitas terbaik menjadi sebuah produk berupa cokelat,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat launching Coklat Pesona Bultiya di Tanjung Selor, Jumat (24/6).

Produk kakao pasca panen diolah menjadi cokelat sebagai kebijakan program dari hulu sampai hilir.

Penamaan ‘Cokelat Pesona Bultiya’ ini sudah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal pendampingan terhadap komoditas kakao.

Baca Juga :  Astaga, Buaya Mucul di Taman Tepian Sungai Kayan

Sebagai upaya pengembangan dan penanganan pasca panen, biji kakao diolah lebih maksimal, sehingga memberikan nilai jual yang lebih tinggi dan menguntungkan bagi para petani kakao.

Dalam mendukung program pemerintah, perusahaan ini mengembangkan komoditas kakao sebagai produk lokal Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Olahan kakao menjadi cokelat ini merupakan yang pertama di provinsi ke-34 Indonesia ini.

“Setelah dua tahun berjalan, cokelat yang dihasilkan kini dapat dikomersilkan. Melalui proses permentasi terbaik dari biji kakao terbaik, kini menjadi ‘Cokelat Pesona Bultiya’ yang mengandung 35 persen kakao,” sebutnya.

Sementara, Communty Development Officer PT. PKN, Muchamad Sodik mengatakan, sejak tahun 2021 pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap 63 petani, yang terdiri dari 32 petani lama dan 31 petani baru, dengan sebaran di lima desa di Bulungan.

“Dari total ini, 43 petani di Desa Sajau, 8 di Kelubir, 5 di Tengkapak, 5 di Bentiang dan 2 di Antutan. Kemudian terdapat 9 kebun produktif yang mampu memproduksi 114 kilogram kakao,” bebernya.

Baca Juga :  Bank Mandiri dan LinkAja bagi-bagi Cashback 20 Persen

Sepanjang 2021, perusahaan juga mendistribusikan bibit kakao kepada 18 petani dengan total 4.064 bibit.

Selain itu, ada 1.607 pohon yang direhabilitasi kebun sambung samping.

Artinya, tersisa 492 pohon yang belum disambung samping dari target sebanyak 2.099 pohon.

“Program budidaya kakao ini juga berkolaborasi dengan sektor pendidikan. Di sini kita melibatkan pelajar dari SMK Negeri 1 Tanjung Palas dalam proses kebun sambung samping,” sebutnya.

Sementara, Kepala Desa Sajau, Reptoser Njau mengakui program PT. PKN ini sangat berdampak positif, baik itu kepada daerah maupun masyarakat.

Karena, pada 7 tahun lalu, masyarakat sudah ingin melepaskan perkebunan kakao yang ada.

“Dengan adanya program dari PT. PKN ini, kami mengucapkan terima kasih, karena dengan adanya program ini masyarakat sudah mau kembali membudidayakan kebun kakao yang mereka miliki,” pungkasnya. (adv/iwk/ana)

TANJUNG SELOR – PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) memiliki sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang juga merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Salah satunya melakukan pendampingan budidaya kakao.

Mulai dari mempersiapkan lahan, sumber daya petani, distribusi bibit, sampai pada hilirisasi (pasca panen).

Bahkan perusahaan melakukan pengolahan hingga kakao menjadi produk jadi berupa cokelat batangan yang dinamakan ‘Coklat Pesona Bultiya’.

Superintendent Community Development PT. PKN, Muhammad Yusuf B mengatakan, pengembangan program ini dilanjutkan dengan pembibitan model atau sistem sambung pucuk dengan menyediakan lahan kebun entres di demplot pembibitan Desa Sajau.

“Kemudian perluasan kebun, rehabilitasi kebun, hilirisasi, hingga menghasilkan kakao kualitas terbaik menjadi sebuah produk berupa cokelat,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat launching Coklat Pesona Bultiya di Tanjung Selor, Jumat (24/6).

Produk kakao pasca panen diolah menjadi cokelat sebagai kebijakan program dari hulu sampai hilir.

Penamaan ‘Cokelat Pesona Bultiya’ ini sudah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal pendampingan terhadap komoditas kakao.

Baca Juga :  Catat! Ada Aturan Baru PTM, Berlaku Besok

Sebagai upaya pengembangan dan penanganan pasca panen, biji kakao diolah lebih maksimal, sehingga memberikan nilai jual yang lebih tinggi dan menguntungkan bagi para petani kakao.

Dalam mendukung program pemerintah, perusahaan ini mengembangkan komoditas kakao sebagai produk lokal Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Olahan kakao menjadi cokelat ini merupakan yang pertama di provinsi ke-34 Indonesia ini.

“Setelah dua tahun berjalan, cokelat yang dihasilkan kini dapat dikomersilkan. Melalui proses permentasi terbaik dari biji kakao terbaik, kini menjadi ‘Cokelat Pesona Bultiya’ yang mengandung 35 persen kakao,” sebutnya.

Sementara, Communty Development Officer PT. PKN, Muchamad Sodik mengatakan, sejak tahun 2021 pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap 63 petani, yang terdiri dari 32 petani lama dan 31 petani baru, dengan sebaran di lima desa di Bulungan.

“Dari total ini, 43 petani di Desa Sajau, 8 di Kelubir, 5 di Tengkapak, 5 di Bentiang dan 2 di Antutan. Kemudian terdapat 9 kebun produktif yang mampu memproduksi 114 kilogram kakao,” bebernya.

Baca Juga :  Satgas Terbitkan SE, Ini Syarat Mudik Lebaran

Sepanjang 2021, perusahaan juga mendistribusikan bibit kakao kepada 18 petani dengan total 4.064 bibit.

Selain itu, ada 1.607 pohon yang direhabilitasi kebun sambung samping.

Artinya, tersisa 492 pohon yang belum disambung samping dari target sebanyak 2.099 pohon.

“Program budidaya kakao ini juga berkolaborasi dengan sektor pendidikan. Di sini kita melibatkan pelajar dari SMK Negeri 1 Tanjung Palas dalam proses kebun sambung samping,” sebutnya.

Sementara, Kepala Desa Sajau, Reptoser Njau mengakui program PT. PKN ini sangat berdampak positif, baik itu kepada daerah maupun masyarakat.

Karena, pada 7 tahun lalu, masyarakat sudah ingin melepaskan perkebunan kakao yang ada.

“Dengan adanya program dari PT. PKN ini, kami mengucapkan terima kasih, karena dengan adanya program ini masyarakat sudah mau kembali membudidayakan kebun kakao yang mereka miliki,” pungkasnya. (adv/iwk/ana)

Most Read

Artikel Terbaru

/