alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Diversifikasi Rumput Laut dan Garam Menjadi Soap Bar dan Bath Salt

TARAKAN – Dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat.

Kegiatan kali ini tentang diversifikasi rumput laut dan garam menjadi soap bar dan bath salt, sebagai peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir di kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kegiatan ini dilaksanakan dirumah Euis, RT. V, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Senin (18/7).

Ketua Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat, Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si mengatakan, kegiatan ini mengajarkan bagaimana membuat sabun batang organik dan garam mandi aroma terapi dengan bahan baku rumput laut dan garam.

“Di sini kita mengajarkan peserta membuat sabun organik dengan bahan baku rumput laut, agar sabun yang dihasilkan lebih unik, menarik dan bisa digunakan sebagai souvenir, kita buat degradasi warna, dengan hiasan berbagai kelopak bunga supaya kelihatan lebih cantik. Bahan bakunya juga murah, dan mudah dicari,” katanya.

Baca Juga :  Digitalisasi UMKM Sasar 50 UMKM

Ia menjelaskan, rumput laut kaya akan antioksidan, senyawa bioaktif, serta memiliki aktivitas antibakteri. Memilik kandungan berbagai vitamin (A, B1, B2, B6, B12, C), mineral (K, Ca, Na, Fe, Iodium) dan nutrisinya yang tinggi, sangat bagus untuk kesehatan kulit.

“Kalau garam, kita buat salt bath dengan wangi aroma terapi. Garam krosok relatif murah dan kurang banyak dimanfaatkan. Merendam kaki dengan garam dan air hangat (bath salt) akan memberi manfaat salah satunya mengurangi nyeri otot, mengangkat sel kulit mati dan mencegah adanya jamur dan bakteri. Jadi kita ingin membantu mensejahterakan nelayan penghasil garam krosok dan pembudidaya rumput laut agar produknya bisa bernilai ekonomis” ujarnya.

Baca Juga :  Iraw Ajak Warga Lanjutkan Pembangunan

Kegiatan ini diikuti sekira 25 peserta, yang terdiri dari istri – istri nelayan, pelaku UMKM, masyarakat umum, serta tiga anggota tim mahasiswa program studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Mukmainna, Asniar dan Gita Lia Rosalinda. Kegiatan pengabadiaan didanai oleh hibah LPPM DIPA UBT Tahun 2022.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, para nelayan bisa mengelolah hasil perikanan seperti rumput laut dan garam menjadi produk bukan hanya pangan tapi juga berbagai produk non pangan, yang mempunyai manfaat dan nilai ekonomi lebih tinggi, sehingga dapat mensejahterakan nelayan.

“Semoga tahun berikutnya ada kegiatan seperti ini, apalagi di kota Tarakan hasil perikanannya menjadi andalan, sehingga banyak lagi inovasi – inovasi yang muncul serta UMKM yang ada juga bisa terus berkembang,” pengkasnya. (adv/dob/ana)

TARAKAN – Dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat.

Kegiatan kali ini tentang diversifikasi rumput laut dan garam menjadi soap bar dan bath salt, sebagai peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir di kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kegiatan ini dilaksanakan dirumah Euis, RT. V, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Senin (18/7).

Ketua Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat, Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si mengatakan, kegiatan ini mengajarkan bagaimana membuat sabun batang organik dan garam mandi aroma terapi dengan bahan baku rumput laut dan garam.

“Di sini kita mengajarkan peserta membuat sabun organik dengan bahan baku rumput laut, agar sabun yang dihasilkan lebih unik, menarik dan bisa digunakan sebagai souvenir, kita buat degradasi warna, dengan hiasan berbagai kelopak bunga supaya kelihatan lebih cantik. Bahan bakunya juga murah, dan mudah dicari,” katanya.

Baca Juga :  Iraw Ajak Warga Lanjutkan Pembangunan

Ia menjelaskan, rumput laut kaya akan antioksidan, senyawa bioaktif, serta memiliki aktivitas antibakteri. Memilik kandungan berbagai vitamin (A, B1, B2, B6, B12, C), mineral (K, Ca, Na, Fe, Iodium) dan nutrisinya yang tinggi, sangat bagus untuk kesehatan kulit.

“Kalau garam, kita buat salt bath dengan wangi aroma terapi. Garam krosok relatif murah dan kurang banyak dimanfaatkan. Merendam kaki dengan garam dan air hangat (bath salt) akan memberi manfaat salah satunya mengurangi nyeri otot, mengangkat sel kulit mati dan mencegah adanya jamur dan bakteri. Jadi kita ingin membantu mensejahterakan nelayan penghasil garam krosok dan pembudidaya rumput laut agar produknya bisa bernilai ekonomis” ujarnya.

Baca Juga :  Smart In Pays Belanja Bareng Anak Yatim dan Duafa

Kegiatan ini diikuti sekira 25 peserta, yang terdiri dari istri – istri nelayan, pelaku UMKM, masyarakat umum, serta tiga anggota tim mahasiswa program studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Mukmainna, Asniar dan Gita Lia Rosalinda. Kegiatan pengabadiaan didanai oleh hibah LPPM DIPA UBT Tahun 2022.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, para nelayan bisa mengelolah hasil perikanan seperti rumput laut dan garam menjadi produk bukan hanya pangan tapi juga berbagai produk non pangan, yang mempunyai manfaat dan nilai ekonomi lebih tinggi, sehingga dapat mensejahterakan nelayan.

“Semoga tahun berikutnya ada kegiatan seperti ini, apalagi di kota Tarakan hasil perikanannya menjadi andalan, sehingga banyak lagi inovasi – inovasi yang muncul serta UMKM yang ada juga bisa terus berkembang,” pengkasnya. (adv/dob/ana)

Most Read

Tujuh Jukir Dilaporkan ke Polres Tarakan

Pipa Bocor Diduga karena Faktor Usia

Partai Besar Ngotot Empat

Artikel Terbaru

/