alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Awali Pengenalan TKN Terpadu Unggulan Tana Tidung dengan Permainan Tradisional

TANA TIDUNG – Anak usia PAUD adalah usia di masa keemasan (golden age), anak sedang senang-senangnya bermain. Hari pertama sekolah merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan.

Maka dari itu lembaga PAUD harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan layaknya sedang bermain.

Oleh karena itu, TKN Terpadu Unggulan Tana Tidung membuat kegiatan MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) untuk memperkenalkan lingkungan sekolah dan agar murid baru cepat kenal dan bersosialisasi dengan guru dan teman-temannya.

Hal ini sangat relevan dengan tujuan dari kegiatan MPLS yaitu mengenali potensi siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah.

Kegiatan MPLS ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu, dimulai pada tanggal 18-20 Juli 2022.

Untuk Hari pertama MPLS, siswa diajak untuk mengenali potensi diri dari peserta didik dengan memberikan motivasi dan stimulan awal berupa permainan agar peserta didik semangat untuk bersekolah.

Baca Juga :  CEO FIFGROUP: Margono Tanuwijaya, Raih Penghargaan Best CEO-Employees’ Choice Awards 2020

Selain itu juga diadakan perkenalan kepala sekolah dan guru serta seluruh peserta didik baru.

“Untuk hari ke-2, peserta didik akan diajak untuk mengenalkan ruangan sekolah yaitu ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang UKS dan perpustakaan. Selain itu juga murid baru akan diperkenalkan permainan outdoor dan indoor,” terang Suriani, salah satu guru dan Ketua Panitia PPDB, Selasa (19/7).

Penjelasan tentang tatatertib sekolah, pengucapan janji murid, pembuatan proyek selama satu tahun ke depan dan pengenalan terhadap kegiatan ekstrakurikuler akan dilaksanakan pada hari ke-3 MPLS.

Saat MPLS berlangsung, orang tua ikut berpartisipasi membuat permainan tradisional dari kelapa kecil yang jatuh lalu dibuat gasing.

Hal ini selaras dengan buku Belajar Super Asyik melalui Permainan Tradisional, yang ditulis oleh Nur Inayah, Kepala Sekolah TKN Terpadu Unggulan Tana Tidung, dengan tujuan mengarsipkan dan membukukan program-program sekolah yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan.

Baca Juga :  Rehab Musala, TMMD Bantu Kenyamanan Warga Beribadah

Permainan ini dapat menstimulasi siswa dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan temannya sebagai wujud implementasi dari elemen capaian pembelajaran pada jati diri.

Adapun tujuan pembelajarannya adalah mengenal budaya daerah, salah satunya mengenal permainan tradisional.

Pemetaan kemampuan awal siswa, ada pada kemampuan siswa membedakan biji kelapa dan biji pinang.

Kemudian, kemampuan siswa memasang karet di bagian atas pada biji kepala dan biji pinang. Kemampuan siswa untuk memainkan biji kelapa dan biji pinang seperti gasing.

“Kita tidak harus membeli permainan yang sudah jadi, ternyata kita secara mandiri bisa membuat alat mainan sendiri dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada di wilayah kita ini,” kata Bella salah satu orang tua murid. (*/lim)

TANA TIDUNG – Anak usia PAUD adalah usia di masa keemasan (golden age), anak sedang senang-senangnya bermain. Hari pertama sekolah merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan.

Maka dari itu lembaga PAUD harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan layaknya sedang bermain.

Oleh karena itu, TKN Terpadu Unggulan Tana Tidung membuat kegiatan MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) untuk memperkenalkan lingkungan sekolah dan agar murid baru cepat kenal dan bersosialisasi dengan guru dan teman-temannya.

Hal ini sangat relevan dengan tujuan dari kegiatan MPLS yaitu mengenali potensi siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah.

Kegiatan MPLS ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu, dimulai pada tanggal 18-20 Juli 2022.

Untuk Hari pertama MPLS, siswa diajak untuk mengenali potensi diri dari peserta didik dengan memberikan motivasi dan stimulan awal berupa permainan agar peserta didik semangat untuk bersekolah.

Baca Juga :  Dukung PON XX Papua, PLN Gelontorkan Rp 313 Miliar

Selain itu juga diadakan perkenalan kepala sekolah dan guru serta seluruh peserta didik baru.

“Untuk hari ke-2, peserta didik akan diajak untuk mengenalkan ruangan sekolah yaitu ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang UKS dan perpustakaan. Selain itu juga murid baru akan diperkenalkan permainan outdoor dan indoor,” terang Suriani, salah satu guru dan Ketua Panitia PPDB, Selasa (19/7).

Penjelasan tentang tatatertib sekolah, pengucapan janji murid, pembuatan proyek selama satu tahun ke depan dan pengenalan terhadap kegiatan ekstrakurikuler akan dilaksanakan pada hari ke-3 MPLS.

Saat MPLS berlangsung, orang tua ikut berpartisipasi membuat permainan tradisional dari kelapa kecil yang jatuh lalu dibuat gasing.

Hal ini selaras dengan buku Belajar Super Asyik melalui Permainan Tradisional, yang ditulis oleh Nur Inayah, Kepala Sekolah TKN Terpadu Unggulan Tana Tidung, dengan tujuan mengarsipkan dan membukukan program-program sekolah yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan.

Baca Juga :  Penjualan Hewan Kurban di Daerah Ini Masih Sepi

Permainan ini dapat menstimulasi siswa dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan temannya sebagai wujud implementasi dari elemen capaian pembelajaran pada jati diri.

Adapun tujuan pembelajarannya adalah mengenal budaya daerah, salah satunya mengenal permainan tradisional.

Pemetaan kemampuan awal siswa, ada pada kemampuan siswa membedakan biji kelapa dan biji pinang.

Kemudian, kemampuan siswa memasang karet di bagian atas pada biji kepala dan biji pinang. Kemampuan siswa untuk memainkan biji kelapa dan biji pinang seperti gasing.

“Kita tidak harus membeli permainan yang sudah jadi, ternyata kita secara mandiri bisa membuat alat mainan sendiri dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada di wilayah kita ini,” kata Bella salah satu orang tua murid. (*/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/