alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Sedekahkan Ilmu Melalui Baznas

TARAKAN – Bersedekah tidak harus dalam bentuk uang. Setidaknya itu yang dilakukan Ahmad Irfan, S.Kep seorang tenaga kesehatan yang menyumbangkan ilmu dan keterampilannya melalui program khitan gratis bagi anak yatim dhuafa.

Bertempat di ruang klinik Baznas Tarakan, perawat yang mengaku baru 2 bulan bertugas di Klinik Carsa itu mengkhitan sebanyak 10 orang anak yatim dan dhuafa secara gratis. Hal itu dilakukannya semata-mata karena ingin berbagi membantu meringankan beban orang tua dalam mengkhitankan puteranya serta untuk mendapat berkah dari ilmu yang dimilikinya.

“Biar berkah saja, agar ilmu dan keterampilan yang saya punya bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Irfan.

Sementara itu dijelaskan oleh Wakil Ketua Baznas Tarakan Bidang Pendistribusian K.H.Muhammad Anas bahwa pihaknya sangat senang dan terbuka kepada siapa saja dan pihak manapun yang ingin berkiprah melalui Baznas.

Baca Juga :  Baznas Nunukan Studi Perda Zakat di Tarakan

“Baznas selalu terbuka kepada siapa saja dan pihak manapun yang ingin berbagi melalui Baznas. Tidak meski dalam bentuk uang, bisa juga dalam bentuk barang, jasa, ilmu dan keterampilan yang sekiranya bermanfaat bagi orang lain khususnya kaum dhuafa,” kata Anas.

“Mungkin ada ustadz yang ingin mengajar agama kepada para muallaf, ada guru yang ingin memberikan les pelajaran secara gratis kepada anak-anak dhuafa, atau menjadi orang tua asuh untuk membiayai sekolah mereka, mengakikahkan dan mengkhitankan anak-anak yang orang tuanya tidak punya biaya untuk itu, bahkan sampai membantu biaya walimah pernikahan pemuda dan pemudi yang miskin,” tambahnya.

“Intinya banyak cara untuk berbagi kepada sesama, tidak harus dengan uang,” pungkasnya. (adv/eza)

Baca Juga :  Iraw Janji Realisasikan Aspirasi Buruh

TARAKAN – Bersedekah tidak harus dalam bentuk uang. Setidaknya itu yang dilakukan Ahmad Irfan, S.Kep seorang tenaga kesehatan yang menyumbangkan ilmu dan keterampilannya melalui program khitan gratis bagi anak yatim dhuafa.

Bertempat di ruang klinik Baznas Tarakan, perawat yang mengaku baru 2 bulan bertugas di Klinik Carsa itu mengkhitan sebanyak 10 orang anak yatim dan dhuafa secara gratis. Hal itu dilakukannya semata-mata karena ingin berbagi membantu meringankan beban orang tua dalam mengkhitankan puteranya serta untuk mendapat berkah dari ilmu yang dimilikinya.

“Biar berkah saja, agar ilmu dan keterampilan yang saya punya bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Irfan.

Sementara itu dijelaskan oleh Wakil Ketua Baznas Tarakan Bidang Pendistribusian K.H.Muhammad Anas bahwa pihaknya sangat senang dan terbuka kepada siapa saja dan pihak manapun yang ingin berkiprah melalui Baznas.

Baca Juga :  Direktur Utama Pegadaian Raih Best CEO 2020

“Baznas selalu terbuka kepada siapa saja dan pihak manapun yang ingin berbagi melalui Baznas. Tidak meski dalam bentuk uang, bisa juga dalam bentuk barang, jasa, ilmu dan keterampilan yang sekiranya bermanfaat bagi orang lain khususnya kaum dhuafa,” kata Anas.

“Mungkin ada ustadz yang ingin mengajar agama kepada para muallaf, ada guru yang ingin memberikan les pelajaran secara gratis kepada anak-anak dhuafa, atau menjadi orang tua asuh untuk membiayai sekolah mereka, mengakikahkan dan mengkhitankan anak-anak yang orang tuanya tidak punya biaya untuk itu, bahkan sampai membantu biaya walimah pernikahan pemuda dan pemudi yang miskin,” tambahnya.

“Intinya banyak cara untuk berbagi kepada sesama, tidak harus dengan uang,” pungkasnya. (adv/eza)

Baca Juga :  All New Honda CB150R Mengaspal di Kaltara

Most Read

Bawaslu Awasi Ketat Logistik Pemilu

Resep Kerupuk Ikan Lembek

Artikel Terbaru

/