alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Survei Indikator: Elektabilitas Wempi-Jakaria Tertinggi

 

 

TARAKAN – Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator, menyebutkan bahwa Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Malinau nomor urut 3, Wempi-Jakaria unggul secara signifikan dibandingkan kedua paslon lainnya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Malinau 2020.

Dalam 3 kategori yaitu survei top of mind (pertama diingat), simulasi tertutup dan simulasi surat suara, Wempi-Jakaria secara konsisten memimpin kompetisi Pilkada ini. Dalam simulasi surat suara, elektabilitas Wempi-Jakaria berada di posisi 40,1 persen, sedangkan paslon Martin Labo-Datu Nasir ada di 28,1 persen. Elektabilitas Jhonny Laing-Muhrim berada di posisi terakhir dengan 11,5 persen. 

Faktor yang memengaruhi elektabilitas Wempi-Jakaria, selain karena popularitas dan kesukaan mereka tertinggi, juga karena apresiasi dan kepuasan masyarakat terhadap petahana cukup tinggi yaitu di angka 77,5 persen. Terlebih Wempi-Jakaria akan melanjutkan serta meningkatkan program-program petahana yang baik dan diterima masyarakat.

Baca Juga :  Uji Sahih RUU Perlindungan Pasien

Kesadaran masyarakat Malinau akan Pilkada 2020 sudah cukup tinggi yakni berada di angka 96,6 persen. Meskipun begitu Burhan mengingatkan agar setiap paslon bisa menggerakkan semua pendukungnya untuk datang ke TPS dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Pilihan masyarakat pun sudah relatif tetap, menurut Burhan mereka yang sudah memiliki pilihan sekitar 73,4 persen, sisanya baru akan memutuskan menjelang hari pencoblosan. Berarti masih ada sekitar 26 persen potensi suara yang masih bisa diperebutkan ketiga paslon. 

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan dengan multistage random sampling pada tanggal 14-23 November 2020 di 7 kecamatan dengan populasi terpadat di Malinau.  Populasi survei ini adalah seluruh warga Negara Indonesia di kabupaten Malinau yang punya Hak pilih pada  pilkada 9 Desember 2020, yaitu mereka  yang berusia 17 tahun ke atas.  

Baca Juga :  Prestasi Irianto Patut Dilanjutkan

Bonggas Adhi Chandra, dosen Universitas Paramadina Jakarta memprediksi bahwa Wempi-Jakaria akan memenangkan Pilkada Malinau. Dari pengamatannya di beberapa Pilkada, dalam waktu satu bulan terakhir  dinamika elektabilitas akan berada di rentang  5-8 persen, jadi selisih Wempi-Jakaria akan sulit terkejar. Dan bila potensi suara yang belum menentukan pilihannya  sebanyak 26 persen itu terbagi ke tiga paslon maka keunggulan suara Wempi-Jakaria akan tetap  diatas dua paslon lainnya, tutup Bonggas yang juga direktur eksekutif Politician Academy. (adv/lim)

 

 

TARAKAN – Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator, menyebutkan bahwa Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Malinau nomor urut 3, Wempi-Jakaria unggul secara signifikan dibandingkan kedua paslon lainnya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Malinau 2020.

Dalam 3 kategori yaitu survei top of mind (pertama diingat), simulasi tertutup dan simulasi surat suara, Wempi-Jakaria secara konsisten memimpin kompetisi Pilkada ini. Dalam simulasi surat suara, elektabilitas Wempi-Jakaria berada di posisi 40,1 persen, sedangkan paslon Martin Labo-Datu Nasir ada di 28,1 persen. Elektabilitas Jhonny Laing-Muhrim berada di posisi terakhir dengan 11,5 persen. 

Faktor yang memengaruhi elektabilitas Wempi-Jakaria, selain karena popularitas dan kesukaan mereka tertinggi, juga karena apresiasi dan kepuasan masyarakat terhadap petahana cukup tinggi yaitu di angka 77,5 persen. Terlebih Wempi-Jakaria akan melanjutkan serta meningkatkan program-program petahana yang baik dan diterima masyarakat.

Baca Juga :  Nunukan Terima Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan

Kesadaran masyarakat Malinau akan Pilkada 2020 sudah cukup tinggi yakni berada di angka 96,6 persen. Meskipun begitu Burhan mengingatkan agar setiap paslon bisa menggerakkan semua pendukungnya untuk datang ke TPS dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Pilihan masyarakat pun sudah relatif tetap, menurut Burhan mereka yang sudah memiliki pilihan sekitar 73,4 persen, sisanya baru akan memutuskan menjelang hari pencoblosan. Berarti masih ada sekitar 26 persen potensi suara yang masih bisa diperebutkan ketiga paslon. 

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan dengan multistage random sampling pada tanggal 14-23 November 2020 di 7 kecamatan dengan populasi terpadat di Malinau.  Populasi survei ini adalah seluruh warga Negara Indonesia di kabupaten Malinau yang punya Hak pilih pada  pilkada 9 Desember 2020, yaitu mereka  yang berusia 17 tahun ke atas.  

Baca Juga :  SKK Migas - JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris Serahkan Bantuan Masker dan Hand Sanitizer ke Pemkab Nunukan

Bonggas Adhi Chandra, dosen Universitas Paramadina Jakarta memprediksi bahwa Wempi-Jakaria akan memenangkan Pilkada Malinau. Dari pengamatannya di beberapa Pilkada, dalam waktu satu bulan terakhir  dinamika elektabilitas akan berada di rentang  5-8 persen, jadi selisih Wempi-Jakaria akan sulit terkejar. Dan bila potensi suara yang belum menentukan pilihannya  sebanyak 26 persen itu terbagi ke tiga paslon maka keunggulan suara Wempi-Jakaria akan tetap  diatas dua paslon lainnya, tutup Bonggas yang juga direktur eksekutif Politician Academy. (adv/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/