alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Datangkan Investor, Kurangi Pengangguran

TARAKAN – Giat silaturahmi pasangan calon (paslon) Iraw (H. Irianto Lambrie-H. Irwan Sabri) gencar dilakukan jelang hari terakhir masa kampanye pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, 5 Desember 2020. 

Kamis sore (3/12), paslon nomor urut 2 ini menyambangi warga di salah satu kelurahan Kecamatan Tarakan Timur. Di kesempatan tersebut, Dr. H. Irianto Lambrie menyampaikan upayanya dalam menumbuhkan ekonomi Kaltara selama menjabat sebagai Gubernur Kaltara.

Irianto menjelaskan salah satu strategi yang dijalankannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yakni dengan merayu investor agar mau membuka investasi di Kaltara. Dengan begitu, menurutnya dapat menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan perputaran rupiah.

“Untuk menciptakan lapangan kerja maka kita harus mendatangkan investasi untuk menumbuhkan ekonomi kita. Investasi adalah mesin pertumbuhan. Ekonomi yang tumbuh akan menciptakan lapangan kerja dan lapangan berusaha,” ujarnya, belum lama ini.

Irianto menjelaskan, selama menjabat Gubernur Kaltara, dirinya sudah menciptakan iklim investasi yang kondusif, menarik, dan atraktif. Bahkan, pihaknya juga melakukan promosi meski dengan anggaran terbatas. Gerak cepat dalam memanfaatkan hubungan yang baik dengan seluruh instansi di kementerian pemerintahan pusat juga dilakukan.

Baca Juga :  Baznas Tarakan Bantu SDIT Muslimah NU

“Selama ini Kalimantan Utara termasuk provinsi yang paling berhasil dalam menarik investasi. Ini semua karena strategi pemerintah yang membuka peluang seluas-luasnya untuk para investor,” jelasnya.

Terkait angka pengangguran di Kaltara, ia menjelaskan, jika pengangguran di Kaltara bersifat fluktuatif setiap tahun. Namun secara umum cenderung menurun selama lima tahun terakhir. Lanjutnya, penurunan angka pengangguran merupakan pertanda bahwa pembangunan ekonomi di Kaltara berjalan cukup maksimal.

“Dari catatan BKPM, Kaltara termasuk salah satu provinsi baru, yang paling mampu menarik investasi khususnya dari swasta maupun dari APBN pemerintah kita,” ujarnya.

Tidak hanya itu, bahkan ke depan Irianto bertekad untuk terus mendatangkan investasi sebanyak mungkin.

Diketahui, saat ini realisasi investasi di Kaltara pada semester I- 2020 mencapai Rp 2,4 triliun atau sekira 33,8 persen dari target realisasi investasi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020 sebesar Rp 7,12 triliun.

Dijelaskannya, realisasi investasi tersebut, terdiri dari sektor utama premier dengan angka realisasi investasi mencapai Rp 963,8 miliar. Kemudian pada sektor utama sekunder dengan angka realisasi investasi Rp 1,13 triliun, sedangkan pada sektor utama tersier angka realisasi Rp 336,4 miliar. Lanjutnya, dari nilai investasi itu total proyek sebanyak 202 dengan peyerapan tenaga kerja sebanyak 1.995 orang. Sebanyak 97 tenaga kerja asing (TKA) dan 1.898 dari tenaga kerja Indonesia atau tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Baznas Mempermudah Berzakat Melalui Outlet

Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, tak mengurangi minat investor untuk berinvestasi di Kaltara. Hal ini ditunjukkan dengan angka realisasi investasi triwulan II-2020 yang justru mengalami kenaikan.

“Tercatat, total realisasi investasi pada triwulan II-2020 mencapai Rp 1,91 triliun. Naik sekitar 9 persen dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan nilai Rp 1,75 triliun,” terangnya.

“Untuk tren realisasi investasi di Kaltara pada tiga tahun terakhir menunjukkan data yang positif. Pada 2017 angka realisasi investasi di Kaltara sebesar Rp 2,3 triliun. Pada 2018 sebesar Rp 2,2 triliun, dan pada 2019 sebesar Rp 7,6 triliun. Sedangkan realisasi investasi 2020 hingga semester 1, sebesar Rp 2,4 triliun,”pungkasnya. (*/zac/ana).

TARAKAN – Giat silaturahmi pasangan calon (paslon) Iraw (H. Irianto Lambrie-H. Irwan Sabri) gencar dilakukan jelang hari terakhir masa kampanye pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, 5 Desember 2020. 

Kamis sore (3/12), paslon nomor urut 2 ini menyambangi warga di salah satu kelurahan Kecamatan Tarakan Timur. Di kesempatan tersebut, Dr. H. Irianto Lambrie menyampaikan upayanya dalam menumbuhkan ekonomi Kaltara selama menjabat sebagai Gubernur Kaltara.

Irianto menjelaskan salah satu strategi yang dijalankannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yakni dengan merayu investor agar mau membuka investasi di Kaltara. Dengan begitu, menurutnya dapat menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan perputaran rupiah.

“Untuk menciptakan lapangan kerja maka kita harus mendatangkan investasi untuk menumbuhkan ekonomi kita. Investasi adalah mesin pertumbuhan. Ekonomi yang tumbuh akan menciptakan lapangan kerja dan lapangan berusaha,” ujarnya, belum lama ini.

Irianto menjelaskan, selama menjabat Gubernur Kaltara, dirinya sudah menciptakan iklim investasi yang kondusif, menarik, dan atraktif. Bahkan, pihaknya juga melakukan promosi meski dengan anggaran terbatas. Gerak cepat dalam memanfaatkan hubungan yang baik dengan seluruh instansi di kementerian pemerintahan pusat juga dilakukan.

Baca Juga :  Rumah Singgah Idaman Masyarakat Perbatasan Jadi Kenyataan

“Selama ini Kalimantan Utara termasuk provinsi yang paling berhasil dalam menarik investasi. Ini semua karena strategi pemerintah yang membuka peluang seluas-luasnya untuk para investor,” jelasnya.

Terkait angka pengangguran di Kaltara, ia menjelaskan, jika pengangguran di Kaltara bersifat fluktuatif setiap tahun. Namun secara umum cenderung menurun selama lima tahun terakhir. Lanjutnya, penurunan angka pengangguran merupakan pertanda bahwa pembangunan ekonomi di Kaltara berjalan cukup maksimal.

“Dari catatan BKPM, Kaltara termasuk salah satu provinsi baru, yang paling mampu menarik investasi khususnya dari swasta maupun dari APBN pemerintah kita,” ujarnya.

Tidak hanya itu, bahkan ke depan Irianto bertekad untuk terus mendatangkan investasi sebanyak mungkin.

Diketahui, saat ini realisasi investasi di Kaltara pada semester I- 2020 mencapai Rp 2,4 triliun atau sekira 33,8 persen dari target realisasi investasi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020 sebesar Rp 7,12 triliun.

Dijelaskannya, realisasi investasi tersebut, terdiri dari sektor utama premier dengan angka realisasi investasi mencapai Rp 963,8 miliar. Kemudian pada sektor utama sekunder dengan angka realisasi investasi Rp 1,13 triliun, sedangkan pada sektor utama tersier angka realisasi Rp 336,4 miliar. Lanjutnya, dari nilai investasi itu total proyek sebanyak 202 dengan peyerapan tenaga kerja sebanyak 1.995 orang. Sebanyak 97 tenaga kerja asing (TKA) dan 1.898 dari tenaga kerja Indonesia atau tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor DPRD Dimulai

Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, tak mengurangi minat investor untuk berinvestasi di Kaltara. Hal ini ditunjukkan dengan angka realisasi investasi triwulan II-2020 yang justru mengalami kenaikan.

“Tercatat, total realisasi investasi pada triwulan II-2020 mencapai Rp 1,91 triliun. Naik sekitar 9 persen dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan nilai Rp 1,75 triliun,” terangnya.

“Untuk tren realisasi investasi di Kaltara pada tiga tahun terakhir menunjukkan data yang positif. Pada 2017 angka realisasi investasi di Kaltara sebesar Rp 2,3 triliun. Pada 2018 sebesar Rp 2,2 triliun, dan pada 2019 sebesar Rp 7,6 triliun. Sedangkan realisasi investasi 2020 hingga semester 1, sebesar Rp 2,4 triliun,”pungkasnya. (*/zac/ana).

Most Read

Artikel Terbaru

/