alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Karantina Pertanian Tarakan Pastikan Pemasukan Ternak Sehat Sesuai Prosedur

TARAKAN – Telah menjadi rutinitas tahunan aktivitas para pedagang hewan kurban dalam melalulintaskan sapi dan kambing menjelang Idul Adha atau Hari Raya Kurban dari Sulawesi masuk ke Kalimantan khususnya Kalimantan Utara mengalami peningkatan.

Berdasar data IQFAST untuk bulan April hingga Juni, tercatat 1.222 ekor sapi dan 823 ekor kambing telah masuk melalui Pelabuhan Malundung dan Nunukan. Hewan kurban tersebut berasal dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah seperti Sinjai, Bone, Pinrang, Parepare dan Toli Toli.

“Hewan kurban seperti kambing dan sapi yang masuk di Kalimantan Utara berasal dari daerah bebas PMK dan juga telah dilakukan tindakan karantina di daerah asal. Syarat pemasukan juga sudah jelas sehingga pedagang hewan kurban dapat melalulintaskan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,”jelas A. M. Alfian Kepala Karantina Pertanian Tarakan.

Baca Juga :  Kapolda Kaltara Gelar Rakor Bersama Komisi III DPR RI

Kalimantan Utara yang bebas dari PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) mengharuskan Karantina Pertanian Tarakan untuk mempertahankan status tersebut, untuk itu Pejabat Karantina Tarakan selalu siap siaga melakukan tindakan karantina.

Hewan kurban yang masuk Kalimantan Utara dilalulintaskan via kapal laut seperti Kapal Cemara, Julung Julung, Queen Soya dan Thalia di Pelabuhan Malundung dan Nunukan.

“Selama ini, semua ternak yang masuk ke Kaltara telah memenuhi persyaratan karantina baik dari kelengkapan administrasi maupun kesehatannya. Segala persyaratan karantina untuk pemasukan hewan kurban bukan untuk mempersulit masyarakat, tapi salah satu upaya dalam mencegah penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina. Kalimantan Utara bebas dari PMK dan brucellosis sehingga harus kami lakukan tindakan karantina sesuai prosedur, “imbuhnya.

Baca Juga :  Rayakan Hari Bakti Ke-114 Tahun, IDI Tarakan Gelar Jalan Sehat

Alfian juga mengungkapkan kesadaran dan kepatuhan masyararakat dalam menjalani prosedur karantina baik di tempat pengeluaran maupun pemasukan cukup tinggi. Hal ini menandakan kepudulian masyarakat untuk mempertahankan Kaltara tetap bebas PMK cukup tinggi.

Hal ini terbukti dengan terpenuhinya semua persyaratan karantina baik di tempat pengeluaran maupun pemasukan.

Seperti biasanya setiap media pembawa yang dilalulintaskan akan selalu dilakukan pemeriksaan oleh petugas Karantina, baik pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan kesehatan. (har)

TARAKAN – Telah menjadi rutinitas tahunan aktivitas para pedagang hewan kurban dalam melalulintaskan sapi dan kambing menjelang Idul Adha atau Hari Raya Kurban dari Sulawesi masuk ke Kalimantan khususnya Kalimantan Utara mengalami peningkatan.

Berdasar data IQFAST untuk bulan April hingga Juni, tercatat 1.222 ekor sapi dan 823 ekor kambing telah masuk melalui Pelabuhan Malundung dan Nunukan. Hewan kurban tersebut berasal dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah seperti Sinjai, Bone, Pinrang, Parepare dan Toli Toli.

“Hewan kurban seperti kambing dan sapi yang masuk di Kalimantan Utara berasal dari daerah bebas PMK dan juga telah dilakukan tindakan karantina di daerah asal. Syarat pemasukan juga sudah jelas sehingga pedagang hewan kurban dapat melalulintaskan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,”jelas A. M. Alfian Kepala Karantina Pertanian Tarakan.

Baca Juga :  Kapolda Kaltara Gelar Rakor Bersama Komisi III DPR RI

Kalimantan Utara yang bebas dari PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) mengharuskan Karantina Pertanian Tarakan untuk mempertahankan status tersebut, untuk itu Pejabat Karantina Tarakan selalu siap siaga melakukan tindakan karantina.

Hewan kurban yang masuk Kalimantan Utara dilalulintaskan via kapal laut seperti Kapal Cemara, Julung Julung, Queen Soya dan Thalia di Pelabuhan Malundung dan Nunukan.

“Selama ini, semua ternak yang masuk ke Kaltara telah memenuhi persyaratan karantina baik dari kelengkapan administrasi maupun kesehatannya. Segala persyaratan karantina untuk pemasukan hewan kurban bukan untuk mempersulit masyarakat, tapi salah satu upaya dalam mencegah penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina. Kalimantan Utara bebas dari PMK dan brucellosis sehingga harus kami lakukan tindakan karantina sesuai prosedur, “imbuhnya.

Baca Juga :  Baznas Mulai Salurkan Bantuan Seragam untuk Korban Kebakaran

Alfian juga mengungkapkan kesadaran dan kepatuhan masyararakat dalam menjalani prosedur karantina baik di tempat pengeluaran maupun pemasukan cukup tinggi. Hal ini menandakan kepudulian masyarakat untuk mempertahankan Kaltara tetap bebas PMK cukup tinggi.

Hal ini terbukti dengan terpenuhinya semua persyaratan karantina baik di tempat pengeluaran maupun pemasukan.

Seperti biasanya setiap media pembawa yang dilalulintaskan akan selalu dilakukan pemeriksaan oleh petugas Karantina, baik pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan kesehatan. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/