alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Dosen UBT Olah Limbah BADURI Menjadi Minyak dan Tepung Ikan

TARAKAN – Tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemendikbud Ristek Tahun 2022.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di RT. 17 Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Selasa (2/8).

Kegiatan kali ini bertema “Peningkatan Ekonomi UMKM Bandeng Cabut Duri (BADURI) di Kota Tarakan melalui Pengolahan Limbah Hasil Samping menjadi Produk Pangan dan Non Pangan”.

Kepada Radar Tarakan, Ketua Tim, Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si mengatakan bahwa mitra dalam PKM ini adalah UMKM BADURI yang dikelola oleh Fajar (Alumni FPIK UBT) dan diikuti kurang lebih 20 peserta yang merupakan ibu – ibu yang kesehariannya bekerja mencabut duri ikan bandeng.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi THP, dan beberapa dosen untuk memberikan materi kepada peserta.

Dosen yang memberikan materi terkait pengolahan by-product BADURI adalah Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si dari Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FPIK selaku ketua PKM, serta anggota dosen lainya seperti, Stephanie Bija, S.Pd., M.Si dari Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FPIK yang mendampingi proses pembuatan minyak ikan.

Baca Juga :  Secercah Kebahagiaan untuk Keluarga Syamsul

Kemudian, Ferica Christianawati Putri, S.E., M.Acc dari Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi pada materi strategi pemasaran, serta Ricky Febrinaldy Simanjuntak, S.Pd., M.Si dari Prodi Akuakultur, FPIK terkait aplikasi pakan dari tulang ikan.

“Jadi materi kegiatan ini adalah mengolah hasil samping dari produk BADURI berupa jeroan dan tulang ikan. Pada produk non pangan yang memanfaatkan tulang ikan menjadi tepung, sedangkan untuk produk pangan, mengolah jeroan menjadi minyak ikan” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa hampir sekitar tiga perempat dari total berat ikan merupakan limbah yang terdiri dari sisik, sirip, kepala, kulit, jeroan dan tulang.

“Biasanya, limbah ini tidak dimanfaatkan dan berakhir di tempat sampah, sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan. Padahal limbah hasil samping ini memiliki banyak manfaat dan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi” ujarnya.

PENGABDIAN MASYARAKAT: Ketua Luthfiyana, S.Pi., M.Si dan tim dosen UBT bersama dengan peserta.(IST)


Ia mengungkapkan, jeroan ikan kaya akan lemak baik (lemak tak jenuh) sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber minyak ikan yang potensial. Manfaat Omega-6 membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), dan menurunkan tekanan darah.

Baca Juga :  Sempat Padam, PLN Kaltara Sebut Penurunan Suplai Gas Medco dan Pertamina

“Mengkonsumsi omega-3 secara rutin juga dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular serta membantu proses pembentukan otak anak sejak ia masih berada di dalam kandungan” ungkapnya.

“Kalau untuk tulang ikan kandungan kalsiumnya cukup tinggi, karena unsur utama dari tulang ikan adalah kalsium, fosfor dan karbonat sehingga baik sebagai bahan pakan (non pangan) maupun bahan tambahan pangan” tambahnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat tidak lagi membuang limbah ikan di lingkungan sekitarnnya, karena dapat mencemari dan merusak lingkungan.

“Jadi harapanya dengan terlaksaananya rangkaian kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan mengolah limbah hasil samping BADURI menjadi berbagai macam produk pangan dan non pangan seperti tepung dan minyak ikan yang memiliki nilai jual, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (adv/dob/ana)

Tim Dosen Universitas Borneo Tarakan
Nama Program Studi/Fakultas Keterangan
Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FPIK Ketua
Stephanie Bija, S.Pd., M.Si Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FPIK Anggota
Ricky Febrialdy Simanjuntak, S.Pd., M.Si Prodi Akuakultur, FPIK Anggota
Ferica Christianawati Putri, S.E., M.Acc Prodi Akuntansi, Fak. Ekonomi Anggota

TARAKAN – Tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemendikbud Ristek Tahun 2022.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di RT. 17 Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Selasa (2/8).

Kegiatan kali ini bertema “Peningkatan Ekonomi UMKM Bandeng Cabut Duri (BADURI) di Kota Tarakan melalui Pengolahan Limbah Hasil Samping menjadi Produk Pangan dan Non Pangan”.

Kepada Radar Tarakan, Ketua Tim, Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si mengatakan bahwa mitra dalam PKM ini adalah UMKM BADURI yang dikelola oleh Fajar (Alumni FPIK UBT) dan diikuti kurang lebih 20 peserta yang merupakan ibu – ibu yang kesehariannya bekerja mencabut duri ikan bandeng.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi THP, dan beberapa dosen untuk memberikan materi kepada peserta.

Dosen yang memberikan materi terkait pengolahan by-product BADURI adalah Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si dari Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FPIK selaku ketua PKM, serta anggota dosen lainya seperti, Stephanie Bija, S.Pd., M.Si dari Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FPIK yang mendampingi proses pembuatan minyak ikan.

Baca Juga :  Angkutan Udara Bandara Juwata Naik 17 Persen

Kemudian, Ferica Christianawati Putri, S.E., M.Acc dari Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi pada materi strategi pemasaran, serta Ricky Febrinaldy Simanjuntak, S.Pd., M.Si dari Prodi Akuakultur, FPIK terkait aplikasi pakan dari tulang ikan.

“Jadi materi kegiatan ini adalah mengolah hasil samping dari produk BADURI berupa jeroan dan tulang ikan. Pada produk non pangan yang memanfaatkan tulang ikan menjadi tepung, sedangkan untuk produk pangan, mengolah jeroan menjadi minyak ikan” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa hampir sekitar tiga perempat dari total berat ikan merupakan limbah yang terdiri dari sisik, sirip, kepala, kulit, jeroan dan tulang.

“Biasanya, limbah ini tidak dimanfaatkan dan berakhir di tempat sampah, sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan. Padahal limbah hasil samping ini memiliki banyak manfaat dan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi” ujarnya.

PENGABDIAN MASYARAKAT: Ketua Luthfiyana, S.Pi., M.Si dan tim dosen UBT bersama dengan peserta.(IST)


Ia mengungkapkan, jeroan ikan kaya akan lemak baik (lemak tak jenuh) sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber minyak ikan yang potensial. Manfaat Omega-6 membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), dan menurunkan tekanan darah.

Baca Juga :  Seriusi Kasus Dugaan Pelecehan, UBT Turunkan Satgas

“Mengkonsumsi omega-3 secara rutin juga dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular serta membantu proses pembentukan otak anak sejak ia masih berada di dalam kandungan” ungkapnya.

“Kalau untuk tulang ikan kandungan kalsiumnya cukup tinggi, karena unsur utama dari tulang ikan adalah kalsium, fosfor dan karbonat sehingga baik sebagai bahan pakan (non pangan) maupun bahan tambahan pangan” tambahnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat tidak lagi membuang limbah ikan di lingkungan sekitarnnya, karena dapat mencemari dan merusak lingkungan.

“Jadi harapanya dengan terlaksaananya rangkaian kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan mengolah limbah hasil samping BADURI menjadi berbagai macam produk pangan dan non pangan seperti tepung dan minyak ikan yang memiliki nilai jual, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (adv/dob/ana)

Tim Dosen Universitas Borneo Tarakan
Nama Program Studi/Fakultas Keterangan
Novi Luthfiyana, S.Pi., M.Si Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FPIK Ketua
Stephanie Bija, S.Pd., M.Si Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FPIK Anggota
Ricky Febrialdy Simanjuntak, S.Pd., M.Si Prodi Akuakultur, FPIK Anggota
Ferica Christianawati Putri, S.E., M.Acc Prodi Akuntansi, Fak. Ekonomi Anggota

Most Read

Artikel Terbaru

/