alexametrics
25.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Bangun Kapasitas dan Perkuat Soliditas, Forum Puspa Kaltara Gelar Workshop

TANJUNG SELOR – Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar workshop penguatan kapasitas di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor, Sabtu (2/7).

Kegiatan diikuti puluhan peserta dari Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.

Kegiatan yang berjalan dengan hybrid, online-offline tersebut menghadirkan Dr. Anil Dawan, Faith and Development Manager WVI dan Mitra Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, Ketua Forum Puspa Kaltara, Fanny Sumajouw.

Ketua Forum Puspa Kaltara, Fanny Sumajouw mengatakan kegiatan ini diinisiasi sejak tahun 2020. Namun karena adanya pandemi sehingga kegiatan sempat tertunda akibat kebijakan pembatasan.

Setelah adanya kelonggaran, kegiatan pun dapat dijalankan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.

“Kami saat ini akhirnya bisa melakukan pertemuan sekaligus silaturahmi dengan seluruh anggota Puspa se-Kalimantan Utara,” ujar wanita yang akrab disapa Bunda Fanny ini, Sabtu (2/7).

Baca Juga :  Soal Tana Tidung, Wamen LHK Hampir Meneteskan Air Mata

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan dukungan Puspa Kaltara kepada anggotanya sebagai bagian peningkatan kapasitas sumberdaya sehingga memacu wawasan yang lebih terbuka. Kegiatan yang berjalan selama 4 jam tersebut diharapkan ke depannya bisa membawa perbaikan pada fokus kegiatan Puspa.

“Kalau misalnya kita masih merasakan sulit bahagia tidak mencintai kepada diri sendiri kita tidak akan bisa menguatkan orang lain,” ujar Bunda Fanny.

Sebagaimana tugas Puspa, ungkap dia, yakni mengatasi permasalahan dihadapi perempuan dan anak yang dikemas dalam program prioritas Three Ends, yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia dan mengakhiri kesenjangan ekonomi.

Faith and Development Manager WVI dan Mitra Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA, Dr. Anil Dawan mengatakan, apa yang disampaikannya merupakan materi penguatan kepada anggota Puspa dalam membangun kapasitas memperkuat solidaritas berkaitan dengan kapasitas.

Baca Juga :  Ini Momen Wagub Sambangi Gubernur Saat Sambutan, Ternyata....

“Sebetulnya Puspa ini sudah dilakukan evaluasi di tahun 2018 bagaimana Puspa ini melakukan sinergi dalam skema peta healis untuk mengoptimalkan kebijakan yang sudah ada. Saat ini Puspa Kaltara komitmennya bagus dalam hal melakukan sesuatu yang bersifat mengorganisir publik, namun memang harus diakui narasi yang muncul karena keterbatasan dana,” ujarnya.

Lanjutnya keterbatasan tersebut kerap terjadi namun jika ada peningkatan hubungan inovasi, kreatifitas dan bekerja sama serta optimistis semua itu pasti bisa dijalankan. “Harapannya, bisa lebih kreatif, agar tak terpaku pada keterbatasan. Tapi tetap optimistis dengan terus bekerja sama,” ulasnya. (adv/rik)

TANJUNG SELOR – Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar workshop penguatan kapasitas di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor, Sabtu (2/7).

Kegiatan diikuti puluhan peserta dari Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.

Kegiatan yang berjalan dengan hybrid, online-offline tersebut menghadirkan Dr. Anil Dawan, Faith and Development Manager WVI dan Mitra Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, Ketua Forum Puspa Kaltara, Fanny Sumajouw.

Ketua Forum Puspa Kaltara, Fanny Sumajouw mengatakan kegiatan ini diinisiasi sejak tahun 2020. Namun karena adanya pandemi sehingga kegiatan sempat tertunda akibat kebijakan pembatasan.

Setelah adanya kelonggaran, kegiatan pun dapat dijalankan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.

“Kami saat ini akhirnya bisa melakukan pertemuan sekaligus silaturahmi dengan seluruh anggota Puspa se-Kalimantan Utara,” ujar wanita yang akrab disapa Bunda Fanny ini, Sabtu (2/7).

Baca Juga :  Potensi Tersangka Baru dari Kasus HSB, Ini Kata Kapolda

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan dukungan Puspa Kaltara kepada anggotanya sebagai bagian peningkatan kapasitas sumberdaya sehingga memacu wawasan yang lebih terbuka. Kegiatan yang berjalan selama 4 jam tersebut diharapkan ke depannya bisa membawa perbaikan pada fokus kegiatan Puspa.

“Kalau misalnya kita masih merasakan sulit bahagia tidak mencintai kepada diri sendiri kita tidak akan bisa menguatkan orang lain,” ujar Bunda Fanny.

Sebagaimana tugas Puspa, ungkap dia, yakni mengatasi permasalahan dihadapi perempuan dan anak yang dikemas dalam program prioritas Three Ends, yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia dan mengakhiri kesenjangan ekonomi.

Faith and Development Manager WVI dan Mitra Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA, Dr. Anil Dawan mengatakan, apa yang disampaikannya merupakan materi penguatan kepada anggota Puspa dalam membangun kapasitas memperkuat solidaritas berkaitan dengan kapasitas.

Baca Juga :  TP-PKK - BNN Kaltara Sepakat Perangi Narkoba

“Sebetulnya Puspa ini sudah dilakukan evaluasi di tahun 2018 bagaimana Puspa ini melakukan sinergi dalam skema peta healis untuk mengoptimalkan kebijakan yang sudah ada. Saat ini Puspa Kaltara komitmennya bagus dalam hal melakukan sesuatu yang bersifat mengorganisir publik, namun memang harus diakui narasi yang muncul karena keterbatasan dana,” ujarnya.

Lanjutnya keterbatasan tersebut kerap terjadi namun jika ada peningkatan hubungan inovasi, kreatifitas dan bekerja sama serta optimistis semua itu pasti bisa dijalankan. “Harapannya, bisa lebih kreatif, agar tak terpaku pada keterbatasan. Tapi tetap optimistis dengan terus bekerja sama,” ulasnya. (adv/rik)

Most Read

Artikel Terbaru

/