alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

DPUPR Bulungan Gelar Seminar Proyek Perubahan Inventarisasi Aset Air Minum

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bulungan menggelar seminar proyek perubahan terkait hasil inventarisasi aset air minum dan rancangan panduan optimalisasi infrastruktur air minum, di ruang pertemuan Kantor PUPR Bulungan, Rabu (25/5).

Seminar ini digelar dalam rangka memecahkan persoalan yang terjadi di Kabupaten Bulungan yakni masih rendahnya cakupan pelayanan air minum.

Kepala Dinas PUPR Bulungan Ir.Khairul S.T,.M.T mengatakan, rendahnya cakupan pelayanan air dikarenakan adanya kehilangan air cukup tinggi.

Tingkat kehilangan air di sini dibagi dua kategori yakni kehilangan air teknis dan kehilangan air non teknis .

Kehilangan air teknis seperti kebocoran pipa, kerusakan atau penurunan akurasi meter air di pelanggan, serta tidak ada meter induk pada instalasi pengolah air (IPA) yang menyebabkan tidak dapat mengukur kapasitas produksi secara akurat.

“Sedangkan kehilangan air non teknis, atau umum disebut kehilangan air komersial, merupakan kehilangan air yang disebabkan oleh sistem penagihan dan pembacaan meter air yang tidak akurat, sambungan ilegal, serta kelemahan sistem manajemen pengelolaan yang menyebabkan pemborosan,” jelas Khairul.

Selain itu, kata Khairul, tingginya kapasitas produksi air yang belum termanfaatkan juga menjadi penyebab masih rendahnya cakupan pelayanan air minum.

Perencanaan yang tidak tepat menyebabkan kebutuhan pelayanan tidak sebanding dengan kapasitas terpasang (kapasitas produksi lebih besar dari kebutuhan), serta rendahnya komitmen daerah untuk melakukan investasi pada jaringan distribusi dan pelayanan untuk menambah cakupan pelayanan, dalam rangka memanfaatkan kelebihan kapasitas.

Baca Juga :  Waspada!!! Kasus Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

Lalu penyebab ketiga, sistem penyediaan air minum (SPAM) tidak berfungsi.SPAM berhenti beroperasi akibat pasokan tenaga listrik yang mengandalkan generator set sangat tergantung bahan bakar minyak yang didapatkan dari pihak lain.

“Dengan berhenti beroperasinya instalasi berdampak pula pada asset yang mengalami degradasi fungsi,” sebutnya.

Lanjut dikatakan, dengan tidak beroperasinya aset air minum, menyebakan tidak tercapainya kapasitas rencana produksi yang telah ditetapkan.

“Permasalahan lain aset air minum di Kabupaten Bulungan adalah belum terlaksananya pendataaan secara teratur , masih ada perencanaan yang dilakukan tidak melalui kajian kelayakan proyek , belum dilakukan serah terima pengelolaan dan kurangnya komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan infrastruktur air minum. Hal ini jika tidak ditangani segera, berpotensi menjadi permasalahan hukum,” ungkapnya.

Karena itu, fokus perubahan pada penanganan aset air minum yang bermasalah, jika telah terjadi perubahan diharapkan akan diperoleh pemanfaatan aset secara maksimal yang berdampak terjadi peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Dengan tidak beroperasinya aset air minum
menyebabkan tidak tercapainya kapasitas rencana produksi yang telah ditetapkan.

Adapun target yang ingin dicapai dari uraian di atas yakni meningkatkan efektivitas mekanisme pendataan Infrastruktur air minum terbangun yang berhenti beroperasi ( tidak berfungsi).

Baca Juga :  Dukung Kegiatan Belajar Mengajar di Panti Asuhan

Meningkatnya kualitas analisis ulang kelayakan infrastruktur yang bertujuan agar mengetahui kepastian dana yg akan digunakan, penentuan skala prioritas penanganan agar memberikan hasil yang optimal.

Lalu, meningkatnya kualitas perencanaan yang wajib dilengkapi dengan kajian kelayakan proyek, meningkatnya kinerja perencanaan pemograman khususnya dalam penetapan skala prioritas program untuk meningkatkan pencapaian target rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bulungan tahun 2020-2024.

PENCATATAN: DPUTR Bulungan melakukan inventarisasi aset air minum.

Meningkatkan kompetensi SDM aparatur Bidang Cipta Karya fungsional air minum dan meningkatnya komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.

Untuk tujuan proyek perubahan ini, kata Khairul, jangka pendek terlaksananya analisis ulang kelayakan infrastruktur air minum di enam kecamatan, 36 desa dan kelurahan di 2022.

Optimalnya aset air minum dalam dokumen perencanaan dan penganggaran tahun 2023.

Sementara untuk jangka menengah, terimplementasinya dokumen hasil analisis ulang kelayakan aset air minum, serta terlaksananya optimalisasi Aset Air Minum Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM) tiga lokasi kegiatan.

“Tujuan jangka panjangya, terlaksananya aset air minum sistem penyediaan air minum ( SPAM) se Kabupaten Bulungan dan terlaksananya serah terima aset air minum kepada pengelola,” ujarnya. (adv/rik/ana)

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bulungan menggelar seminar proyek perubahan terkait hasil inventarisasi aset air minum dan rancangan panduan optimalisasi infrastruktur air minum, di ruang pertemuan Kantor PUPR Bulungan, Rabu (25/5).

Seminar ini digelar dalam rangka memecahkan persoalan yang terjadi di Kabupaten Bulungan yakni masih rendahnya cakupan pelayanan air minum.

Kepala Dinas PUPR Bulungan Ir.Khairul S.T,.M.T mengatakan, rendahnya cakupan pelayanan air dikarenakan adanya kehilangan air cukup tinggi.

Tingkat kehilangan air di sini dibagi dua kategori yakni kehilangan air teknis dan kehilangan air non teknis .

Kehilangan air teknis seperti kebocoran pipa, kerusakan atau penurunan akurasi meter air di pelanggan, serta tidak ada meter induk pada instalasi pengolah air (IPA) yang menyebabkan tidak dapat mengukur kapasitas produksi secara akurat.

“Sedangkan kehilangan air non teknis, atau umum disebut kehilangan air komersial, merupakan kehilangan air yang disebabkan oleh sistem penagihan dan pembacaan meter air yang tidak akurat, sambungan ilegal, serta kelemahan sistem manajemen pengelolaan yang menyebabkan pemborosan,” jelas Khairul.

Selain itu, kata Khairul, tingginya kapasitas produksi air yang belum termanfaatkan juga menjadi penyebab masih rendahnya cakupan pelayanan air minum.

Perencanaan yang tidak tepat menyebabkan kebutuhan pelayanan tidak sebanding dengan kapasitas terpasang (kapasitas produksi lebih besar dari kebutuhan), serta rendahnya komitmen daerah untuk melakukan investasi pada jaringan distribusi dan pelayanan untuk menambah cakupan pelayanan, dalam rangka memanfaatkan kelebihan kapasitas.

Baca Juga :  Baznas Salurkan Bantuan TNI AU untuk Anak Yatim

Lalu penyebab ketiga, sistem penyediaan air minum (SPAM) tidak berfungsi.SPAM berhenti beroperasi akibat pasokan tenaga listrik yang mengandalkan generator set sangat tergantung bahan bakar minyak yang didapatkan dari pihak lain.

“Dengan berhenti beroperasinya instalasi berdampak pula pada asset yang mengalami degradasi fungsi,” sebutnya.

Lanjut dikatakan, dengan tidak beroperasinya aset air minum, menyebakan tidak tercapainya kapasitas rencana produksi yang telah ditetapkan.

“Permasalahan lain aset air minum di Kabupaten Bulungan adalah belum terlaksananya pendataaan secara teratur , masih ada perencanaan yang dilakukan tidak melalui kajian kelayakan proyek , belum dilakukan serah terima pengelolaan dan kurangnya komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan infrastruktur air minum. Hal ini jika tidak ditangani segera, berpotensi menjadi permasalahan hukum,” ungkapnya.

Karena itu, fokus perubahan pada penanganan aset air minum yang bermasalah, jika telah terjadi perubahan diharapkan akan diperoleh pemanfaatan aset secara maksimal yang berdampak terjadi peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Dengan tidak beroperasinya aset air minum
menyebabkan tidak tercapainya kapasitas rencana produksi yang telah ditetapkan.

Adapun target yang ingin dicapai dari uraian di atas yakni meningkatkan efektivitas mekanisme pendataan Infrastruktur air minum terbangun yang berhenti beroperasi ( tidak berfungsi).

Baca Juga :  Februari 2022, Kaltara Alami Deflasi -0,01 Persen

Meningkatnya kualitas analisis ulang kelayakan infrastruktur yang bertujuan agar mengetahui kepastian dana yg akan digunakan, penentuan skala prioritas penanganan agar memberikan hasil yang optimal.

Lalu, meningkatnya kualitas perencanaan yang wajib dilengkapi dengan kajian kelayakan proyek, meningkatnya kinerja perencanaan pemograman khususnya dalam penetapan skala prioritas program untuk meningkatkan pencapaian target rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bulungan tahun 2020-2024.

PENCATATAN: DPUTR Bulungan melakukan inventarisasi aset air minum.

Meningkatkan kompetensi SDM aparatur Bidang Cipta Karya fungsional air minum dan meningkatnya komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.

Untuk tujuan proyek perubahan ini, kata Khairul, jangka pendek terlaksananya analisis ulang kelayakan infrastruktur air minum di enam kecamatan, 36 desa dan kelurahan di 2022.

Optimalnya aset air minum dalam dokumen perencanaan dan penganggaran tahun 2023.

Sementara untuk jangka menengah, terimplementasinya dokumen hasil analisis ulang kelayakan aset air minum, serta terlaksananya optimalisasi Aset Air Minum Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM) tiga lokasi kegiatan.

“Tujuan jangka panjangya, terlaksananya aset air minum sistem penyediaan air minum ( SPAM) se Kabupaten Bulungan dan terlaksananya serah terima aset air minum kepada pengelola,” ujarnya. (adv/rik/ana)

Most Read

Artikel Terbaru

/