alexametrics
26.9 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Kurangi Pengangguran Jadi Program Prioritas

TANJUNG SELOR –Meski sebagai provinsi termuda di Indonesia, Kaltara telah banyak melakukan terobosan besar dalam mengejar ketertinggalan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Cagub petahana, Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan terus berupaya menumbuhkan perekonomian jangka panjang dengan cara menghadirkan investasi.

Selain menumbuhkan ekonomi, kehadiran investasi juga akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di Kaltara, yang juga akan menjadi salah satu program prioritas paslon IRAW ke depan jika terpilih memimpin Kaltara pada 9 Desember mendatang.

“Untuk menciptakan lapangan kerja, maka kita harus mendatangkan investasi untuk menumbuhkan ekonomi kita. Investasi adalah mesin pertumbuhan. Ekonomi yang tumbuh akan menciptakan lapangan kerja dan lapangan berusaha,” jelas Irianto, kemarin (1/12).

Irianto menerangkan, selama menjabat sebagai Gubernur Kaltara sudah menciptakan iklim investasi yang kondusif, menarik, dan atraktif. Karena itu pihaknya gencar melakukan promosi meski dengan anggaran yang terbatas namun tetap bergerak cepat memanfaatkan hubungan yang baik dengan seluruh instansi di kementerian atau pemerintahan pusat.

 

“Alhamdulillah Kaltara termasuk provinsi yang paling berhasil dalam menarik investasi. Ini semua berkat kerja keras kita dalam menata berbagai sektor dan mengontrol daya beli masyarakat. Sehingga Kaltara dianggap daerah seksi untuk para investor,” ungkap Irianto.

Baca Juga :  Bupati Bulungan Komitmen Dukung Program Bpjs Ketenagakerjaan Bagi Kesejateraan Pekerja

Terkait tingkat pengangguran di Kaltara, kata Irianto, fluktuatif setiap tahun. Namun cenderung mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

Menurut Irianto, penurunan angka pengangguran menjadi tanda pembangunan ekonomi di Kaltara banyak menarik investasi masuk ke provinsi ke-34.

“Investasi di Kaltara menurut catatan BKPM termasuk salah satu provinsi baru, yang paling mampu menarik investasi khususnya dari swasta maupun dari APBN pemerintah kita,” beber Irianto.

Meski sudah banyak investasi yang masuk, Irianto tetap bertekad berusaha mendatangkan investasi sebanyak-banyaknya. Hal itu dibuktikan dengan realisasi investasi Kaltara pada semester I-2020 mencapai Rp 2,4 triliun atau sekira 33,8 persen dari target realisasi investasi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020 sebesar Rp 7,12 triliun.

Realisasi investasi tersebut, terdiri dari sektor utama premier dengan angka realisasi investasi mencapai Rp 963,8 miliar. Kemudian pada sektor utama sekunder dengan angka realisasi investasi sebesar Rp 1,13 triliun, sedangkan pada sektor utama tersier angka realisasi sebesar Rp 336,4 miliar.

Baca Juga :  Beri Dukungan, Ketum KORMI Kaltara Sambangi Atlet

“Dari nilai investasi itu, ada pada total proyek sebanyak 202 dengan peyerapan tenaga kerja sebanyak 1.995 orang. Yakni, sebanyak 97 tenaga kerja asing (TKA) dan 1.898 dari tenaga kerja Indonesia atau tenaga kerja lokal,”jelasnya.

Hal itu membuktikan, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, tak mengurangi minat investor untuk berinvestasi di Kaltara. Dibuktikan dengan angka realisasi investasi triwulan II-2020 yang justru mengalami kenaikan.

Tercatat, total realisasi investasi pada triwulan II-2020 mencapai Rp 1,91 triliun. Naik sekitar 9 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan nilai Rp 1,75 triliun. Sementara untuk tren realisasi investasi di Kaltara pada tiga tahun terakhir menunjukkan data yang positif. Pada 2017 realisasi investasi di Kaltara sebesar Rp 2,3 triliun. Pada 2018 sebesar Rp 2,2 triliun, dan pada 2019 sebesar Rp 7,6 triliun. Sedangkan realisasi investasi 2020 hingga semester I sebesar Rp 2,4 triliun. (*/zac/ana)

TANJUNG SELOR –Meski sebagai provinsi termuda di Indonesia, Kaltara telah banyak melakukan terobosan besar dalam mengejar ketertinggalan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Cagub petahana, Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan terus berupaya menumbuhkan perekonomian jangka panjang dengan cara menghadirkan investasi.

Selain menumbuhkan ekonomi, kehadiran investasi juga akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di Kaltara, yang juga akan menjadi salah satu program prioritas paslon IRAW ke depan jika terpilih memimpin Kaltara pada 9 Desember mendatang.

“Untuk menciptakan lapangan kerja, maka kita harus mendatangkan investasi untuk menumbuhkan ekonomi kita. Investasi adalah mesin pertumbuhan. Ekonomi yang tumbuh akan menciptakan lapangan kerja dan lapangan berusaha,” jelas Irianto, kemarin (1/12).

Irianto menerangkan, selama menjabat sebagai Gubernur Kaltara sudah menciptakan iklim investasi yang kondusif, menarik, dan atraktif. Karena itu pihaknya gencar melakukan promosi meski dengan anggaran yang terbatas namun tetap bergerak cepat memanfaatkan hubungan yang baik dengan seluruh instansi di kementerian atau pemerintahan pusat.

 

“Alhamdulillah Kaltara termasuk provinsi yang paling berhasil dalam menarik investasi. Ini semua berkat kerja keras kita dalam menata berbagai sektor dan mengontrol daya beli masyarakat. Sehingga Kaltara dianggap daerah seksi untuk para investor,” ungkap Irianto.

Baca Juga :  Sosialisasi Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Sektor Informal

Terkait tingkat pengangguran di Kaltara, kata Irianto, fluktuatif setiap tahun. Namun cenderung mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

Menurut Irianto, penurunan angka pengangguran menjadi tanda pembangunan ekonomi di Kaltara banyak menarik investasi masuk ke provinsi ke-34.

“Investasi di Kaltara menurut catatan BKPM termasuk salah satu provinsi baru, yang paling mampu menarik investasi khususnya dari swasta maupun dari APBN pemerintah kita,” beber Irianto.

Meski sudah banyak investasi yang masuk, Irianto tetap bertekad berusaha mendatangkan investasi sebanyak-banyaknya. Hal itu dibuktikan dengan realisasi investasi Kaltara pada semester I-2020 mencapai Rp 2,4 triliun atau sekira 33,8 persen dari target realisasi investasi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020 sebesar Rp 7,12 triliun.

Realisasi investasi tersebut, terdiri dari sektor utama premier dengan angka realisasi investasi mencapai Rp 963,8 miliar. Kemudian pada sektor utama sekunder dengan angka realisasi investasi sebesar Rp 1,13 triliun, sedangkan pada sektor utama tersier angka realisasi sebesar Rp 336,4 miliar.

Baca Juga :  Tujuh Kursi Roda Diberikan ke Warga yang Membutuhkan

“Dari nilai investasi itu, ada pada total proyek sebanyak 202 dengan peyerapan tenaga kerja sebanyak 1.995 orang. Yakni, sebanyak 97 tenaga kerja asing (TKA) dan 1.898 dari tenaga kerja Indonesia atau tenaga kerja lokal,”jelasnya.

Hal itu membuktikan, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, tak mengurangi minat investor untuk berinvestasi di Kaltara. Dibuktikan dengan angka realisasi investasi triwulan II-2020 yang justru mengalami kenaikan.

Tercatat, total realisasi investasi pada triwulan II-2020 mencapai Rp 1,91 triliun. Naik sekitar 9 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan nilai Rp 1,75 triliun. Sementara untuk tren realisasi investasi di Kaltara pada tiga tahun terakhir menunjukkan data yang positif. Pada 2017 realisasi investasi di Kaltara sebesar Rp 2,3 triliun. Pada 2018 sebesar Rp 2,2 triliun, dan pada 2019 sebesar Rp 7,6 triliun. Sedangkan realisasi investasi 2020 hingga semester I sebesar Rp 2,4 triliun. (*/zac/ana)

Most Read

Artikel Terbaru

/