alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Iraw Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Nunukan – Menjadi provinsi termuda di Indonesia, membuat Kaltara harus berlari cepat untuk mengejar pembangunan dari provinsi yang lebih dulu ada. Apalagi, letak Kaltara yang berada di garda terluar Indonesia, tentu menjadi cerminan bagi negara tetangga melihat wajah Indonesia. 

Sehingga, dalam sebuah pidato silaturahmi paslon Iraw belum lama ini, Dr H Irianto Lambrie menjelaskan kepada masyarakat terhadap upaya pemprov Kaltara dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Salah satunya ialah mengusulkan sebuah gagasan untuk mendirikan Toko Indonesia di perbatasan. Setelah sebelumnya di Krayan dan telah selesai pembangunannya, tahun ini dimulai lagi pembangunan Toko Indonesia di Pulau Sebatik, Nunukan. Pembangunan Toko Indonesia, digagas H Irianto Lambrie sejak tahun 2016 tersebut tidak lama lagi akan dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Awalnya ide itu saat saya melakukan kunjungan ke Krayan tahun 2016 lalu. Saya melihat, harga kebutuhan pokok yang sangat tinggi. Kemudian banyaknya produk Malaysia yang lebih mendominasi di Krayan.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Tak bersua, Alumni SPG Tarakan Gelar Reuni Akbar

Saya terpikir agar bagaimana masyarakat lebih banyak menggunakan produk Indonesia (dalam negeri) dengan harga yang terjangkau. Kemudian muncul ide mendirikan sebuah pusat perbelanjaan dengan ada intervensi dari pemerintah daerah, salah satunya dengan diberikan subsidi, utamanya subsidi ongkos angkutnya,”ujarnya, belum lama ini.

 

“Di Toko Indonesia nanti, kita bisa menjual produk dalam negeri. Kemudian untuk harga, karena selama ini terkendala dalam pengangkutan, kita berikan subsidi ongkos angkut. Dengan demikian, harga bisa lebih murah. Dengan harapan, masyarakat di perbatasan nanti akan lebih banyak menggunakan produk dalam negeri,” sambungnya. 

Ia melanjutkan setelah di Krayan yang direncanakan resmi dibuka tahun depan, saat ini juga telah dimulai pematangan lahan untuk pembangunan Toko Indonesia di Sebatik, Nunukan yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia.  

Baca Juga :  Luar Biasa, Pemprov Sulut dan BPJAMSOSTEK Kembali Bukukan Rekor MURI

Lanjutnya, pada tahun ini telah dianggarkan sebesar Rp 4 miliar dari total rencana anggaran sebesar Rp 15 miliar.angunan tahap pertama akan dimulai setelah ditandatanganinya kontrak dengan pemenang tender. Disebutkannya, bangunan Toko Indonesia akan seluas 2.820 meter persegi (30 m x 94 m). 

“Pembangunannya bertahap. Anggaran tahun ini untuk timbunan, siring penahan tanah dan pondasi bangunan, termasuk juga pembuatan kolom-kolomnya,” tuturnya.

“Lokasinya di Desa Bukit Aru Indah, Sebatik Timur, ini hasil hibah masyarakat. Luas lahan 4.860 meter persegi. Konsep bangunannya, akan berbeda dengan Toko Indonesia di Krayan. Bentuknya terbuka, konsepnya seperti pasar,” pungkasnya. (*/zac)

Nunukan – Menjadi provinsi termuda di Indonesia, membuat Kaltara harus berlari cepat untuk mengejar pembangunan dari provinsi yang lebih dulu ada. Apalagi, letak Kaltara yang berada di garda terluar Indonesia, tentu menjadi cerminan bagi negara tetangga melihat wajah Indonesia. 

Sehingga, dalam sebuah pidato silaturahmi paslon Iraw belum lama ini, Dr H Irianto Lambrie menjelaskan kepada masyarakat terhadap upaya pemprov Kaltara dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Salah satunya ialah mengusulkan sebuah gagasan untuk mendirikan Toko Indonesia di perbatasan. Setelah sebelumnya di Krayan dan telah selesai pembangunannya, tahun ini dimulai lagi pembangunan Toko Indonesia di Pulau Sebatik, Nunukan. Pembangunan Toko Indonesia, digagas H Irianto Lambrie sejak tahun 2016 tersebut tidak lama lagi akan dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Awalnya ide itu saat saya melakukan kunjungan ke Krayan tahun 2016 lalu. Saya melihat, harga kebutuhan pokok yang sangat tinggi. Kemudian banyaknya produk Malaysia yang lebih mendominasi di Krayan.

Baca Juga :  Luar Biasa, Pemprov Sulut dan BPJAMSOSTEK Kembali Bukukan Rekor MURI

Saya terpikir agar bagaimana masyarakat lebih banyak menggunakan produk Indonesia (dalam negeri) dengan harga yang terjangkau. Kemudian muncul ide mendirikan sebuah pusat perbelanjaan dengan ada intervensi dari pemerintah daerah, salah satunya dengan diberikan subsidi, utamanya subsidi ongkos angkutnya,”ujarnya, belum lama ini.

 

“Di Toko Indonesia nanti, kita bisa menjual produk dalam negeri. Kemudian untuk harga, karena selama ini terkendala dalam pengangkutan, kita berikan subsidi ongkos angkut. Dengan demikian, harga bisa lebih murah. Dengan harapan, masyarakat di perbatasan nanti akan lebih banyak menggunakan produk dalam negeri,” sambungnya. 

Ia melanjutkan setelah di Krayan yang direncanakan resmi dibuka tahun depan, saat ini juga telah dimulai pematangan lahan untuk pembangunan Toko Indonesia di Sebatik, Nunukan yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia.  

Baca Juga :  Baznas Salurkan Bantuan TNI AU untuk Anak Yatim

Lanjutnya, pada tahun ini telah dianggarkan sebesar Rp 4 miliar dari total rencana anggaran sebesar Rp 15 miliar.angunan tahap pertama akan dimulai setelah ditandatanganinya kontrak dengan pemenang tender. Disebutkannya, bangunan Toko Indonesia akan seluas 2.820 meter persegi (30 m x 94 m). 

“Pembangunannya bertahap. Anggaran tahun ini untuk timbunan, siring penahan tanah dan pondasi bangunan, termasuk juga pembuatan kolom-kolomnya,” tuturnya.

“Lokasinya di Desa Bukit Aru Indah, Sebatik Timur, ini hasil hibah masyarakat. Luas lahan 4.860 meter persegi. Konsep bangunannya, akan berbeda dengan Toko Indonesia di Krayan. Bentuknya terbuka, konsepnya seperti pasar,” pungkasnya. (*/zac)

Most Read

Artikel Terbaru

/